Kevin / Marcus Gagal ke Final BWF World Tour Finals 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat berhadapan dengan pasangan Cina, He Ji Ting/Tan Qiang di Fuzhou China Open 2019, Kamis, 7 November 2019. Pasangan yang dijuluki Minions ini menjadi wakil pertama yang lolos ke perempat final. Badmintonindonesia.org

    Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saat berhadapan dengan pasangan Cina, He Ji Ting/Tan Qiang di Fuzhou China Open 2019, Kamis, 7 November 2019. Pasangan yang dijuluki Minions ini menjadi wakil pertama yang lolos ke perempat final. Badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal mendapatkan tiket final BWF World Tour Finals 2019. Di babak semifinal, Kevin / Marcus dikalahkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo 21-11, 15-21, 21-10.

    Bermain di Tianhe Gymnasium, Cina, Sabtu, 14 Desember 2019, pasangan Indonesia peringkat satu dunia ini banyak melakukan kesalahan sendiri. Duel kedua pasangan ini berlangsung selama 56 menit.

    Di game pertama, Endo/Watanabe lebih mendominasi permainan. Perolehan poin pemain Jepang peringkat keenam dunia ini tidak pernah terkejar.

    Kevin / Marcus bangkit di game kedua. Perolehan poin di awal game ini berjalan ketat. Namun setelah angka kedudukan 7-7, perolehan poin pasangan Indonesia melesat sehingga bisa memaksakan game ketiga.

    Di game penentu, Endo/Watanabe memperoleh poin demi poin dengan cepat. Kevin / Marcus juga banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga pemain Jepang ini akhirnya bisa menyudahi pertandingan.

    Di nomor ganda putra, Indonesia masih menyisakan harapan pada pasangan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan. Di semifinal, Hendra / Ahsan akan menghadapi pasangan Lee Yang / Wang Chi-Lin dari Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?