Robert Alberts Sebut Kiper Persib Bandung Mirip Buffon

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan. (persib.co.id)

    Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan, membeberkan resep suksesnya saat mampu membawa clean-sheet alias tidak kebobolan dalam tiga laga terakhir. Teranyar, Made tak kebobolan saat Persib menjamu Perseru Badak Lampung, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin, 16 Desember 2019.

    "Yang pasti senang bisa kembali main lagi. Terima kasih sama coach karena memberi saya kesempatan meskipun bisa dibilang banyak yang bicara masalah umur," ucap Made.

    Made merupakan pemain Persib paling senior saat ini. Kiper asal Bali itu sudah menginjak usia 38 tahun. Namun meski mendekati usia kepala empat dalam hal performa Made cukup stabil. Justru saat sering dimainkan penampilan dia terbukti bagus dalam setiap pertandingan Persib.

    "Sebenernya sih tidak ada rahasia karena dengan datangnya coach banyak bawa program. Coach sangat mengatur masalah makan, istirahat juga kami dikasih tahu jadi mungkin lebih ke pola makan, latihan, sama istirahat," ucapnya.

    Pada musim ini, Made tercatat sudah bermain sebanyak 30 kali dengan menit bermain 2.621 menit. Gawang Persib sudah kebobolan sebanyak 28 dari 30 kali penampilan Made. Ia bersyukur Alberts masih memberi kepercayaan untuk bermain. "Mudah-mudahan saya selalu bisa menjaga kepercayaan yang diberikan sama coach," kata dia.

    Saat dimintai tanggapan, pelatih Persib Robert Alberts mengibaratkan Made layaknya kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon. Menurut dia, semakin senja usianya, Made tampil lebih bagus layaknya Buffon. "Dia seperti Buffon di Italia, semakin matang di usianya sekarang," katanya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.