MotoGP: Tersandung Kasus Doping, Andrea Iannone Malah Santai

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP, Andrea Iannone berbincang dengan seorang bocah sembari duduk di atas motor mininya saat acara jumpa pers menjelang MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 12 Oktober 2017. AP Photo / Shizuo Kambayashi

    Pembalap MotoGP, Andrea Iannone berbincang dengan seorang bocah sembari duduk di atas motor mininya saat acara jumpa pers menjelang MotoGP Jepang di sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, 12 Oktober 2017. AP Photo / Shizuo Kambayashi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap MotoGP Andrea Iannone memilih santai dalam menanggapi keputusan yang dikeluarkan federasi sepeda motor internasional (FIM). Ia cukup percaya diri FIM akan membatalkan larangan membalapnya dan optimistis akan ada kesimpulan yang positif.

    "Saya benar-benar santai dan ingin meyakinkan penggemar serta Aprilia Racing," kata Iannone mengutip Crash, Rabu, 18 Desember 2019. Pembalap asal Italia ini terbuka dengan berbagai hasil pemeriksaan yang dilakukan. Namun hingga kini ia belum mendapatkan komunikasi resmi dengan FIM.

    Sebelumnya FIM mengumumkan Iannone gagal melewati tes doping saat tampil di Sirkuit Sepang atau GP Malaysia. Dari hasil tes, dalam sampel urine pembalap berusia 30 tahun ini terdapat zat exogenous anabolic androgenic steroids (AAS). Zat tersebut masuk daftar terlarang 201 dalam aturan FIM.

    Tanpa menunggu lama, FIM langsung melarang kegiatan membalap Iannone untuk sementara. Namun ia mendapat kesempatan untuk melakukan banding atau pembelaan.

    Iannone tidak terlalu khawatir dengan larangan yang dikeluarkan FIM. Ia menjelaskan selama bertahun-tahun selalu bisa melewati pemeriksaan dan hasilnya selalu negatif. "Itulah sebabnya saya percaya dengan kesimpulan positif," sebut dia.

    Kendati ia bisa bersikap santai namun tim Aprilia sebaliknya. Pabrikan Italia tersebut jelas membutuhkan seorang pembalap, setidaknya untuk menjalani tahap uji untuk motor musim depan. Namun hingga kini Aprilia belum mengeluarkan pernyataan.

    Di sisi lain, jika ternyata hasil tes tidak berbeda alias positif doping, masa depan Iannone bisa suram. Ia bisa menghadapi larangan membalap maksimal selama empat tahun.

    CRASH.NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.