Siman Sudartawa Ungkap Kelemahan Pelatnas Olahraga di Indonesia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa merentangkan bendera Merah-Putih usai menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa merentangkan bendera Merah-Putih usai menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet renang nasional I Gede Siman Sudartawa mengatakan bahwa persiapan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) olahraga di Indonesia belum maksimal sebab kerap dilakukan secara mendadak menjelang kejuaraan.

    “Persiapannya (kurang). Kita kan Pelatnasnya juga katanya ada break, belum tau juga mulainya kapan,” ujar Siman di Jakarta, Kamis.

    Dengan Pelatnas yang dilakukan mendadak, menurutnya, atlet Indonesia tidak akan bisa menyaingi kualitas atlet luar negeri seperti Singapura yang pada SEA Games 2019 lalu sangat mendominasi pada cabang renang.

    Siman menambahkan, program Pelatnas di Singapura berjalan berkelanjutan dan tanpa putus. Bahkan seusai SEA Games 2019 Filipina, tim Singapura saat ini tengah melakukan training camp di Australia untuk persiapan Olimpiade 2020 Tokyo.

    Apabila Indonesia juga mau berprestasi di kejuaraan multi event maupun olimpiade, kata Siman, maka pemerintah harus segera memulai program Pelatnas yang setidaknya berjalan selama satu tahun.

    “Pelatnas itu satu tahun minimal karena saat SEA Games 2017, kita dapat empat emas kan itu satu tahun persiapannya,” kata perenang asal Bali itu.

    Pada SEA Games 2019 Filipina, hasil timnas renang Indonesia memang gagal mencapai target meraih empat medali emas. Mereka hanya mampu menyumbangkan satu keping emas melalui Siman pada nomor 50 m gaya punggung.

    “Harapannya persiapan lebih baik lagi, bukan persiapan instan atau singkat yang hanya tiga bulan. Karena renang gak boleh ada waktu kosongnya. Kalau berhenti renang tiga hari saja, water feel-nya beda banget,” ucapnya.

    Hingga saat ini, Siman mengaku belum mengetahui kapan tepatnya Pelatnas akan dimulai. Ia kini tengah beristirahat sepulang berkompetisi di SEA Games 2019, dan akan kembali berlatih pada Januari tahun depan bersama klubnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.