ASEAN Para Games 2020: Timnas Voli Duduk Sulit Cari Lawan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet bola voli duduk Indonesia berusaha mengembalikan bola saat bertanding melawan tim bola voli duduk Jepang dalam babak perebutan juara ketiga voli duduk putri Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, 11 Oktober 2018. Tim bola voli duduk Indonesia gagal menyumbangkan medali perunggu setelah kalah dari Jepang dengan skor 17-25, 25-19, 17-25, dan 11-25. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Atlet bola voli duduk Indonesia berusaha mengembalikan bola saat bertanding melawan tim bola voli duduk Jepang dalam babak perebutan juara ketiga voli duduk putri Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, 11 Oktober 2018. Tim bola voli duduk Indonesia gagal menyumbangkan medali perunggu setelah kalah dari Jepang dengan skor 17-25, 25-19, 17-25, dan 11-25. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional bola voli duduk, Deddy Winata, menemui kesulitan mencari lawan tanding. Menurut dia, hal itu menjadi tantangan dalam persiapan ASEAN Para Games 2020 di Filipina yang bakal berlangsung 14-25 Januari 2020. "Jumlah atlet voli duduk terbilang masih sedikit," ujar Deddy di Pelatnas Voli Duduk, Solo, Kamis, 19 Desember 2019.

    Deddy menjelaskan fokus tim saat ini meningkatkan teknik permainan dan melakukan uji coba. Ia menambahkan Pelatnas voli duduk telah dilakukan sejak Mei 2019. Menurut dia, sebagai solusi kesulitan menemukan lawan tanding, para pemain harus beruji coba dengan tim bola voli normal. "Ini kami lakukan agar bisa mempraktikkan teori dan latihan selama Pelatnas," tutur dia.

    Dia menyebut, untuk kebutuhan logistik tidak terkendala karena seluruh kebutuhan telah disediakan oleh National Paralympic Committe (NPC) Indonesia. "Kostum, sepatu, honor juga sudah masuk," kata Deddy.

    Sementara untuk uji coba juga sudah berlatih tanding ke Korea Selatan pada Agustus lalu. Ia menyebutkan tim Indonesia bisa meraih posisi ketiga dari seluruh negara Asia yang ikut bertanding. "Di atas kami ada Cina dan Korea Selatan," ungkap dia.

    Untuk target di ASEAN Para Games, kata Deddy, telah dipatok bisa meraih medali perak oleh NPC Indonesia. Ia berharap bisa melewati target yang diberikan. "Lawan terberat itu Thailand," kata dia.

    Kapten Timnas bola voli duduk Nasrullah mengaku telah siap berlaga di ASEAN Para Games 2019 di Filipina. Ia mengatakan Pelatnas yang tersisa tiga minggu bakal digunakan bersama rekan-rekannya untuk mematangkan teknik dengan simulasi pertandingan. "Untuk fisik dan teknik saya rasa sudah siap ya 90 persen," kata Nasrullah.

    ASEAN Para Games 2020 dijadwalkan berlangsung pada 14-25 Januari 2020 di Filipina. Tim bola voli duduk putra bakal bersaing dengan Kamboja, Myanmar, dan Thailand. National Paralympic Committe (NPC) Indonesia berharap tim bola voli duduk putra minimal membawa pulang medali emas.

    Menurut Nasrullah, selama menjalani Pelatnas sejak Mei 2019 telah banyak melakukan latih tanding supaya mematangkan teknik dan kekompakan. Ia mengatakan rutin menjalani ujicoba dengan tim bola voli duduk dari universitas di Pulau Jawa. "Terus ada try out ke Korea," ucap dia.

    Nasrullah optimistis bisa melewati target NPC Indonesia dengan mempersembahkan medali emas. Menurut dia, kelemahan dari lawan yakni Myanmar, Thailand, dan Kamboja sudah mereka ketahui. "Apalagi pas Asian Para Games di Jakarta, skuad yang ada sekarang jauh lebih bagus individunya dengan ada empat pemain baru," ungkap dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.