Tim Panahan Ingin Ulang Prestasi Pendahulunya di Olimpiade 1988

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan putra Indonesia Riau Ega Agata Salsabilla bersiap mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) mendaftarkan 16 atlet untuk mengikuti SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Atlet panahan putra Indonesia Riau Ega Agata Salsabilla bersiap mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) mendaftarkan 16 atlet untuk mengikuti SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mematok target medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo. Sekretaris Jenderal Perpani, Rizal Barnadi, mengatakan target itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo untuk mengulang raihan di Olimpiade 1988 Seoul.

    "Kita belum menargetkan medali perak atau emas, pokoknya dapat medali dulu lah," kata dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 26 Desember 2019.

    Rizal mengatakan saat ini timnya telah mengantongi dua tiket entry by number ke Olimpiade 2020 untuk nomor recurve putra dan putri. Kedua tiket itu diraih oleh Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa.

    Untuk entry by name, kata Rizal, masih menunggu keputusan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olimpiade Indonesia. "Kami masih nunggu kebijakan dari Kemenpora, apakah Kemenpora atau KOI memutuskan mereka yang diberangkatkan atau ada kebijakan lain," ujarnya.

    Ia mengatakan tim panahan Indonesia masih berpeluang menambah tiket ke Olimpiade 2020 pada nomor beregu. Perebutan tiket masih terbuka di Kejuaraan Dunia 2020 di Berlin, Jerman, Juni mendatang. "Harapannya bisa dapat tiket beregu, jadi kita masih bisa full team dengan tiga atlet putra dan tiga atlet putri," katanya.

    Untuk persiapan Olimpiade, Rizal menambahkan, pihaknya telah mengajukan proposal ke Kemenpora untuk pembiayaan pelatnas 2020 pada awal Desember lalu.

    Di dalam proposal itu, kata dia, sudah dicantumkan jadwal training camp selama 2,5 bulan di Korea Selatan yang rencananya mulai Februari mendatang. Selain itu, terdapat try out di Guaremala dan Shanghai pada April-Mei 2020.

    "Bulan Juni ke Berlin, sekaligus mencoba menambah tiket ke Olimpiade," ujarnya.

    Sebelumnya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah mulai mematangkan persiapan untuk pengiriman atlet Indonesia ke Olimpiade 2020.

    Penanggung jawab prestasi Indonesia di Olimpiade 2020 yang juga merupakan Sekretaris Jenderal KOI, Teuku Arlan Perkasa, menuturkan pihaknya tengah membentuk tim analisis untuk mendata potensi atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo.

    "Untuk Olimpiade, tim ini akan mulai kerja Januari 2020 guna mendata potensi meloloskan atlet, selanjutnya baru ke potensi medali, lalu ke potensi emas," ujar Arlan di Kantor KOI, Jakarta, Minggu, 22 Desember 2019.

    Untuk meningkatkan prestasi Indonesia di Olimpiade, Arlan mengatakan, KOI juga akan mengevaluasi cabang-cabang olahraga yang memang perlu ditingkatkan pembinaannya.

    KOI menargetkan jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade 2020 bisa melampaui jumlah atlet pada Olimpiade 2016 sebanyak 28 orang. Apalagi beberapa cabang olahraga, seperti angkat besi, bulu tangkis, renang, dan panjat tebing mempunyai peluang besar lolos kualifikasi.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.