David Jacobs Targetkan 3 Medali Emas di ASEAN Para Games 2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi petenis meja Indonesia, David Jacobs, saat mengembalikan bola ke arah lawannya, wakil Cina, Liao Han, dalam babak final tenis meja putra TT10 Asian Para Games 2018 di Ecovention, Ancol, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Perolehan dari David ini adalah emas kedua yang diraih Indonesia dalam arena Asian Para Games hari ini, Selasa. ANTARA

    Aksi petenis meja Indonesia, David Jacobs, saat mengembalikan bola ke arah lawannya, wakil Cina, Liao Han, dalam babak final tenis meja putra TT10 Asian Para Games 2018 di Ecovention, Ancol, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Perolehan dari David ini adalah emas kedua yang diraih Indonesia dalam arena Asian Para Games hari ini, Selasa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 36 atlet berlatih intensif sejak Mei lalu sebagai persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2020 di Filipina. Salah satu atlet pelatnas tenis meja andalan tim Indonesia adalah Dian David Michael Jacobs, atau lebih dikenal dengan panggilan David Jacobs.

    Atlet berusia 42 tahun ini optimistis cabang olahraga tenis meja akan mampu menyumbang 12 medali bagi kontingen Indonesia dalam ASEAN Para Games 2020. Adapun total target medali emas tim Merah Putih adalah 100 keping. “Saya ikut tiga kategori, targetnya emas semua," kata David saat ditemui di Hartono Trade Centre, Solo, Kamis lalu.

    Ketika Tempo mengunjungi lantai 2 Hartono Trade Centre, Solo, terlihat 17 meja pingpong berjejer rapi dan siap digunakan. Fasilitas itu merupakan bagian dari pemusatan latihan nasional tenis meja yang disediakan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

    Menurut peraih medali perunggu Paralimpiade London 2012 ini, menjelang ASEAN Para Games 2020, ia terus berupaya menjaga kondisi kebugaran tubuhnya. Selama tujuh bulan di pelatnas, belum ada kendala berarti yang ia temui. Begitu pula dengan rekan-rekannya.

    “Yang paling penting kita jaga kondisi dan badan, karena kalau kita fit, bisa memberikan hasil maksimal," kata atlet kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, itu.

    David, peraih medali emas tunggal putra kelas 10 dalam ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, mengatakan telah terbiasa dengan atmosfer pertandingan di Filipina. Ia pun optimistis bisa memenuhi target tiga medali emas. “Saya sudah tahu bagaimana di sana, tak ada masalah saya rasa."

    Sebagai pemain andalan tim tenis meja Indonesia, David mengaku lebih termotivasi untuk membuktikan bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Ia menyebutkan lawan terberat yang perlu diwaspadai berasal dari Thailand dan Filipina. "Persiapan kami sudah bagus. Tinggal yang penting adalah hari H-nya saja," kata dia.

    Selain berkompetisi dalam ASEAN Para Games 2020, David sudah memastikan tiket untuk tampil di arena Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Ia pun berharap atlet tenis meja paralimpik Indonesia lainnya bisa ikut menyusulnya meraih tiket Paralimpiade 2020.

    "Untuk yang lainnya sedang pengumpulan poin. Ada peluang lolos lagi sih, ada yang kursi roda satu atau dua, tapi belum pasti. Deadline terakhir bulan Mei," ucap David.

    Menurut David, kesempatan kompatriotnya mengamankan tiket Paralimpiade 2020 terdapat dalam Kejuaraan Dunia Tenis Meja 2020 di Slovenia. "Jika menang, sudah dipastikan lolos."

    IRSYAN HASYIM | FIRMAN ATMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.