Menakar Peluang Tim BMX dan Track Raih Tiket ke Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Aksi atlet BMX Indonesia, I Gusti Bagus Saputra, dalam perlombaan kategori race Asian Games 2018 di Pulomas BMX Center, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) menyebutkan bahwa peluang tim Indonesia tampil di Olimpiade 2020 Tokyo masih terbuka. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI, Budi Saputra, mengatakan peluangnya masih ada pada dua nomor, yaitu BMX dan Track.

    "Untuk track selesainya World Championship di akhir Februari tapi peluangnya tipis yang masih berpeluang BMX," kata Budi saat dihubungi Tempo, Kamis, 2 Januari 2020.

    Untuk tim BMX terdiri dari I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar, dan Toni Syarifudin. Sementara tim track diperkuat Crismonita Dwi Putri, Elga Kharisma Novanda, Puguh Admadi, Terry Yusha Kusuma, Ayustina Delia Priatna, dan Bernard Benyamin.

    Menurut Budi, peluang tim BMX meloloskan atlet ke Olimpiade terbuka lebar karena World Championship 2020 baru akan berlangsung pada bulan Mei di Amerika Serikat. Ia mengatakan peringkat Indonesia sempat melorot dari urutan ke-16 menjadi ke-19 karena pencapaian yang buruk di SEA Games 2019.

    Negara yang berhak meloloskan atlet ke Olimpiade minimal peringkat 12 besar. "Kita masih berpeluang karena masih ada empat seri World Cup di Australia dan bakal mengikuti semua seri itu," ucap Budi.

    Pelatih balap sepeda BMX, Dadang Haries Poernomo, mengatakan meski peringkat Indonesia sempat melorot tapi masih ada waktu untuk memperbaiki posisi. Ia mengatakan terdapat tiga kejuaraan di Indonesia yang bakal menjadi ajang mengumpulkan poin. "Levelnya itu ada class one atau C1, ada yang level HC atau hors class, dan juga Continental Championship atau Kejuaraan Asia yang juga di Indonesia," kata dia.

    Selanjutnya, kata Dadang, terdapat empat seri Wolrd Cup 2020 yang bakal berlangsung di Australia. "Kejuaraan lain yang wajib diikuti itu World Champ di Amerika bulan Mei 2020," kata dia.

    Ia mengatakan peringkat Indonesia bakal dihitung dari poin atlet dari setiap kejuaraan yang diikuti. Menurut dia, poin yang dikumpulkan oleh tiga atlet yakni I Gusti Bagus Saputra, Rio Akbar, dan Toni Syarifudin bakal diakumulasi menjadi menjadi poin tim Indonesia. "Kalau mampu menembus peringkat 12 besar bakal mendapatkan satu tiket untuk Olimpiade 2020," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.