Alasan Rosan Roeslani Mau Jadi Ketua Kontingen Olimpiade 2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kontingen Olimpiade 2020, Rosan P. Roeslani saar ditemui di Kantornya Recapital Building, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Kepala Kontingen Olimpiade 2020, Rosan P. Roeslani saar ditemui di Kantornya Recapital Building, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga telah secara resmi menunjuk Rosan Perkasa Roeslani sebagai Chef de mission (CdM) atau Ketua Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo. Pengumuman soal penunjukan itu dilakukan oleh Menpora Zainudin Amali dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari pada 31 Desember 2019.

    Saat pengumuman itu, Rosan yang juga menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) tak bisa hadir karena berada di Inggris. Saat ini Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Beban, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) itu telah kembali di Tanah Air.

    Wartawan Tempo berkesempatan mewawancari Rosan di kantornya di Gedung Recapital, Melawai, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2019. Dia menjelaskan alasannya bersedia menerima tugas memimpin delegasi Merah Putih untuk berlaga di Olimpiade 2020. Berikut ini kutipan wawancara dengan Rosan Roeslani

    Bagaimana ceritanya bisa ditunjuk jadi Ketua Kontinen Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo?

    Awalnya saya ditawari jadi Cdm oleh Okto (Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia). Saya sempat bertanya balik kenapa harus saya? Dijawab sama Okto, bahwa saya sebagai ketua cabang olahraga angkat besi pasti bakal berpartisipasi dan juga rutin menyumbang medali di Olimpiade. Alasan kedua, kata Okto, saya tahu Bang Rosan dengan olahraga itu passionate gitu. Kalau memang saya bersedia maka dia mau mengusulkan. Saya bilang, pada dasarnya, saya kalau demi kepentingan bangsa dan negara dan tujuannya prestasi, saya bersedia. Saya juga mau memastikan kalau saya jadi CdM, benar-benar harus optimal. Saya juga ingin mendapatkan dukungan dari NOC dan tentunya pemerintah.

    Pernah berkomunikasi dengan Menpora Zainudin Amali soal posisi sebagai ketua kontingen?

    Waktu itu Pak Menteri ketika datang ke PB PABBSI melihat pelatnas angkat besi (28 Oktober 2019). Pak menteri menyampaikan kepada saya, 'Mau nggak menjadi CdM Olimpiade.' Tawaran itu karena melihat organisasi PABBSI yang begitu rapi, karena beliau sudah mengunjugi beberapa cabor dan melihat bahwa PABBSI ini semua rapi. Beliau bilang, 'Kalau Bang Rosan diusulkan saya pasti menyetujui.' Saya bilang, 'Iya Pak Menteri, kalau demi kepentingan negara pasti saya laksanakan.' Saya bilang saya pasti butuh support dari semua. Pak Menteri bilang, 'Iya pasti disupport.'

    Sempat diusulkan juga jadi Ketua Kontingen SEA Games 2019. Kenapa pilih memimpin delegasi Olimpiade 2020?

    Kalau Olimpiade atletnya tidak terlalu banyak jadi bisa lebih fokus. Saya ingin berkontribusi dari segi medali (supaya) bisa lebih baik lah.

    Anda menjabat banyak posisi yakni Ketua KADIN, Ketua PABBSI, dan terbaru Ketua Satgas Omnibus Law. Bagaimana caranya bisa mengatur waktu dengan tugas sebagai Ketua Kontingen Olimpiade?

    Untuk urusan mendetail pasti saya akan dibantu sama tim, tapi saya pasti akan turun tangan sendiri. Kalau KADIN, saya sudah mengetahui iramanya dan kegiatannya, begitu di PABBSI juga. Kalau CdM ini saya juga pasti dapat support. Saya juga mendapat kepercayaan jadi Ketua Satgas Omnibus Law, ini juga sementara berjalan dan saya sudah melihat jadwal-jadwalnya. Tentunya saya menyanggupi ini maka waktu, tenaga, pikiran tentu saya sudah siapkan jadi CdM Olimpiade 2020.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.