Dana Olimpiade 2020, Menpora: Kami Dukung Penuh Mas Rosan

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Zainudin Amali (kiri) menunjukkan peralatan 'Hockey Underwater' saat mengunjungi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat 15 November 2019. Menpora Zainudin Amali berharap tim nasional 'Hockey Underwater' putra dan putri meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina mendatang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menpora Zainudin Amali (kiri) menunjukkan peralatan 'Hockey Underwater' saat mengunjungi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat 15 November 2019. Menpora Zainudin Amali berharap tim nasional 'Hockey Underwater' putra dan putri meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina mendatang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaMenpora Zainudin Amali menerima kunjungan dari Ketua Kontingen Olimpiade 2020 Rosan Roeslani. Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam dimulai sekitar pukul 16.10. "Kami akan memberi dukungan penuh kepada Mas Rosan," kata Zainudin seusai pertemuan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.

    Mengenai jumlah anggaran Olimpiade, Zainudin memberikan waktu kepada Rosan untuk berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan cabang olahraga mengenai kebutuhan untuk Olimpiade 2020.

    Menurut dia, keseluruhan kebutuhan untuk pemusatan latihan dan keperluan atlet barus diajukan dalam bentuk proposal yang lengkap. "Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak akan mempersulit sepanjang persayaratan secara administrasi terpenuhi," ungkap dia.

    Ia berusaha menggunakan prinsip kehatian-hatian dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). "Saya sampaikan berkali-kali tidak boleh ada 1 rupiah pun terjadi penyimpangan terhadap anggaran negara yang kita gunakan," kata dia.

    Menurut dia, langkah memperketat pengajuan anggaran sebagai langkah menghindari masalah pada saat dilakukan audit. "Kita harus berhati-hati karena setelah itu tentu kita akan diperiksa oleh BPKP, oleh BPK. Kita tidak mau bermasalah," ungkap dia.

    Sebelumnya, Rosan Perkasa Roeslani, berharap dana pemusatan latihan nasional (Pelatnas) bagi cabang olahraga tidak mengalami keterlambatan. Rosan Roeslani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Beban, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) bakal berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari membahas dana Pelatnas dan pembiayaan kontingen.

    "Intinya, pekan ini, saya bakal komunikasi dengan Pak Menteri, NOC Indonesia dengan cabor-cabor untuk memastikan visi misi dan persepsi sehingga hasil bisa optimal," kata Rosan dalam wawancara bersama Tempo di Recapital Building, Melawai, Jakarta Selatan, Senin, 6 Januari 2020.

    Ketua Kadin Indonesia ini berharap pencairan dana lebih awal bakal digunakan untuk membayar fasilitas terbaik bagi atlet yang bakal tampil di Olimpiade 2020. Menurut dia, kalau terlambat membayar, fasilitas itu bisa saja lebih dahulu dipakai oleh negara lain.

    "Biarlah atlet ini pikirannya hanya berlatih, bertanding, dan mencapai target yang akan kita tetapkan. Hal non teknis jangan sampai masuk ke pikiran atlet kita," kata Rosan Roeslani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.