Tinju Dunia: Jesse Hart Vs Joe Smith, Dendam untuk Hopkins

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jesse Hart dan Joe Smith Jr (foto Mikey Williams/Top Rank)

    Jesse Hart dan Joe Smith Jr (foto Mikey Williams/Top Rank)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pagelaran tinju dunia akhir pekan ini tampaknya akan terpusat ke pertarungan antara Jesse Hart dan Joe Smith Jr. Pertandingan kelas berat ringan non-gelar ini akan digelar di Atlantic City, AS, Sabtu, 11 Januari 2020 mulai pukul 22.00 atau Minggu siang di Indonesia.

    Bagi Jesse Hart, ini adalah kesempatan untuk membalaskan dendam mentornya Bernad Hopkins yang dipermalukan Smith dalam pertandingan 17 Desember 2016. Dalam pertandingan itu, Hopkins yang berniat mengakhiri kariernya, dipukul KO sampai terjengkang keluar lapangan oleh Smith.

    Tidak terbayangkan, Hopkins yang saat itu hampir berumur 52 tahun, mengakhiri karier tinju 28 tahunnya seperti itu.

    "Aku harus menebus kekalahan Bernard," kata Hart. "Aku harus melakukannya untuk kota kami, Philadelphia."

    Hart, 30 tahun, berusia 7 atau 8 tahun dan baru belajar tinju ketika pertama kali bertemu Hopkins, yang saat itu mulai menguasai kelas menengah sebelum mempertahankan gelar sampai 20  berturut-turut sepanjang satu dekade. Pelatih lama Hopkins, mendiang Bouie Fisher, adalah pelatih ayah Hart, Eugene "Cyclone" Hart, penantang kelas menengah 1970-an yang antara lain pernah Marvelous Marvin Hagler.

    "Bernard memberi saya banyak inspirasi sebagai seorang anak," kata Hart. "Bertanya tentang aku, memberitahuku untuk berlatih keras. Bernard menjadi anggota keluarga."

    Bagi Hart, ini merupakan pertarungan keduanya sejak pindah ke kelas berat ringan. Sebelumnya ia bertanding di kelas menengah. 
    Dua kekalahan dalam karier pro-nya diderita dari juara kelas menengah super WBO, Gilberto Ramirez. Kedua petinju bisa kembali berhadapan di kelas baru mereka, jika keduanya sama-sama menang.

    Smith tentu akan melakukan segala daya untuk mencegah dirinya menjadi batu loncatan Hart. Senjata utamkanya adalah kekuatan pukulan titanik-nya. Dia mengalami tahun yang fantastis di 2016 ketika mencetak kemenangan KO atas Andrzej Fonfara dan Bernard Hopkins.

    Kemenangan itu menghasilkan peluang melawan Sullivan Barrera dan Dmitry Bivol, yang dua-duanya kalah. Kekalahan dari Bivol dalam pertarungan terakhirnya, membuat Smith membutuhkan kemenangan atas Hart jika ingin mendapatkan kesempatan maju dalam perebutan gelar dalam waktu dekat.

    Meski bukan pertandingan pay-per-view, partai Smith-Hart ini menjanjikan pertarungan menarik.

    ESPN | TOP RANK | FORBES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?