Indonesia Masters: Kento Momota Absen, Ini Kata Anthony Ginting

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Sinisuka Ginting (kiri) dan  Kento Momota seusai final China Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Badmintonindonesia.org

    Anthony Sinisuka Ginting (kiri) dan Kento Momota seusai final China Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulutangkis nasional Anthony Sinisuka Ginting berharap Kento Momota lekas pulih dan bisa kembali turun ke lapangan setelah mengalami kecelakaan mobil usai mengikuti turnamen Malaysia Masters 2020.

    "Saya berharap supaya Momota baik-baik saja, tidak ada cedera serius yang ia alami," kata Anthony dalam konferensi pers di Istora Senayan Jakarta, Senin.

    Pebulutangkis nomor satu dunia Momota mengalami cedera patah pada hidungnya dan luka di wajah ketika kendaraan van yang membawanya ke bandara di Kuala Lumpur mengalami kecelakaan, Senin dini hari.

    Kantor Berita AFP, Senin, menyebutkan bahwa sopir yang mengendarai van tersebut meninggal di lokasi kejadian setelah kendaraan itu menabrak truk yang berjalan lambat di jalan bebas hambatan.

    Dalam kancah bulutangkis, Anthony kerap dipandang sebagai atlet tunggal putra yang mampu mengejar kualitas permainan pebulutangkis asal Jepang itu.

    Keduanya kerap bertemu dalam perebutan gelar juara turnamen bergengsi. Pada French Open 2019 bulan Oktober, Anthony sempat mengalahkan Momota di babak perempat final. Terakhir keduanya bertemu di babak final ajang BWF World Tour Finals 2019, dengan hasil Anthony harus rela menyerahkan gelar juara kepada Momota.

    Sehubungan dengan absennya Momota di Indonesia Masters 2020, atlet berusia 23 tahun ini enggan menganggap enteng lawan-lawan lainnya.

    Menurut dia, persaingan di turnamen tingkat BWF 500 ini masih akan terjadi cukup ketat karena banyak lawan yang mempunyai kualitas permainan sangat baik.

    "Tidak ada Momota bukan berarti persaingan berkurang, justru orang-orang juga akan membuktikan lebih bisa bersaing, makanya pasti akan ketat. Tidak ada dia (Momota) tidak akan menurunkan kualitas permainan juga," pungkas Anthony Sinisuka Ginting.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.