PRSI Serahkan Bonus Rp 520 Juta untuk Tim Renang SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Polo Air Putra Indonesia mampu membuat sejarah untuk pertama kali mengalahkan Singapura yang selama ini merajai cabang olahraga polo air SEA Games.

    Timnas Polo Air Putra Indonesia mampu membuat sejarah untuk pertama kali mengalahkan Singapura yang selama ini merajai cabang olahraga polo air SEA Games.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) memberikan bonus berupa total senilai Rp 520 juta kepada para atlet cabang akuatik peraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina.

    Bonus tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie kepada para atlet timnas polo air putra Indonesia dan I Gede Siman Sudartawa.

    Adapun satu-satunya pelatih yang turut mendapatkan bonus adalah Albert Sutanto atas prestasinya mengantarkan Siman meraih medali emas di SEA Games Filipina.

    "Kami bangga dan bersyukur atlet-atlet kami bisa meraih medali emas. Apresiasi ini diberikan sebagai penghargaan atas prestasi dan proses mencapainya. Saya harap prestasi di SEA Games jadi momen kebangkitan polo air Indonesia," ujar Anindya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

    Tim polo air putra yang berhasil mencetak sejarah dengan persembahan medali emas pertama bagi Indonesia pada SEA Games 2019 itu menerima bonus sebesar Rp 400 juta.

    Rezza Aditya selaku kapten tim polo air putra menyatakan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh PB PRSI.

    "Alhamdulillah kita berhasil meraih medali emas dan berhasil mengukir sejarah. Ini juga berkat peran dan dukungan penuh Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum PB PRSI yang membuat beberapa terobosan untuk kemajuan polo air Indonesia," kata Rezza.

    Sementara itu, Siman yang menyumbangkan satu-satunya medali emas pada cabang olahraga renang nomor 50 m gaya punggung putra mendapatkan bonus uang sebesar Rp 100 juta. Adapun sang pelatih yakni Albert Sutanto menerima Rp 20 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.