Program Timnas U-19 Menuju Piala Dunia: Thailand, Jepang, Jerman

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, Mochmad Iriawan alias Iwan Bule melepas keberangkatan Timnas U-19 untu melakoni laga uji coba ke Thailand, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua Umum PSSI, Mochmad Iriawan alias Iwan Bule melepas keberangkatan Timnas U-19 untu melakoni laga uji coba ke Thailand, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas U-19 Indonesia mulai berbenah menjelang perhelatan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021. Sebagai tuan rumah, Skuad Garuda Muda dipatok bisa sukses secara prestasi.

    Harapan itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang mengundang PSSI ke Istana Negara pada 16 Desember 2019.

    Pengurus PSSI pun bergerak cepat dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai manajer pelatih pada 28 Desember 2019. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu, mengatakan bahwa kelemahan utama pemain Indonesia terletak pada faktor stamina. Juru taktik berusia 50 itu pun memboyong kompatriotnya Lee Jae-hong untuk mengenjot fisik pemain Indonesia untuk durasi empat tahun ke depan.

    Program awal Shin Tae-yong mulai diterapkan dengan memboyong 28 pemain ke Thailand. Skuad Garuda Muda dijadwalkan berada di Negeri Gajah Putih Selama 12 hari. Saat pemusatan latihan di Thailand, para pemain Timnas U-19 juga akan menjalani tes fisik.

    "Pada tanggal 22 Januari, kami lakukan tes fisik dan juga ada medical check up," kata asisten pelatih Timnas, Indra Sjafri, di Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, sebelum berangkat ke Thailand, Senin, 20 Januari 2020.

    Indra menuturkan, selama berlatih di Thailand, pelatih akan menggunakan beberapa parameter sebagai patokan untuk membentuk kerangka tim inti untuk skuad Piala Dunia U-20 tahun 2021, seperti unsur fisik dan pemahaman taktik.

    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa 28 pemain Timnas U-19 yang berangkat ke Thailand ini telah melewati seleksi ketat yang dilakukan oleh pelatih Shin Tae-yong dibantu  Indra Sjafri.

    Iwan Bule, biasa Ketua PSSI disapa, menyampaikan bahwa komposisi pemain ini akan menjadi kerangka tim yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021. "Ini bisa bertambah bisa berkurang," kata dia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin, 20 Januari 2020.

    Selain para pemain yang diboyong ke Thailand, kata Iwan Bule, masih ada tujuh pemain yang bisa mengisi skuad Timnas U-19. Mereka adalah pemain jebolan Garuda Select yang saat ini berlatih di Birmingham, Inggris.

    Ketua Umum PSSI bakal memantau performa Amiruddin Bagus Kahfi dan enam pemain Garuda Select lain bersama dengan Shin Tae-yong. "Saya dengan pelatih akan ke Birmingham melihat Garuda Select yang berlatih tanding di sana, sehingga masih ada perubahan," katanya.

    "Kita juga melihat hasil di Thailand untuk mendapatkan komposisi yang baku. Masih ada waktu," Iwan Bule menambahkan.

    Mantan Kapolda Metro Jaya ini akan terus memantau persiapan Timnas U-20 melalui Indra Sjafri. Ia mengaku terus berkomunikasi secara rutin dengan asisten Shin Tae-yong itu untuk mengetahuo perkembangan dan kondisi teknis dan nonteknis dari skuad Garuda Muda.

    "Saya dua hari sekali komunikasi dengan coach Indra Sjafri, mungkin hampir setiap hari menanyakan perkembangan, dari makan, stadion, kemudian permasalahan komunikasi, seperti isu yang tidak bagus bahwa Shin Tae-yong tertekan dengan pemilihan pemain, yang ternyata itu tidak ada," kata Iwan Bule.

    Timnas U-19 memilih Chiang Mai sebagai lokasi latihan selama di Thailand. Ketika berada di sana, Iwan Bule menambahkan, skuad Garuda Muda itu akan menjalani lima laga uji coba melawan klub asal tuan rumah dan tim dari Korea Selatan.

    Laga uji coba itu bakal menjadi ajang bagi Shin Tae-ying untuk melihat performa pemain. "Ini kan kesempatan untuk pelatih baik Shin Tae-yong maupun coach Indra untuk melihat kekompakan pemain di lapangan," kata dia.

    Iwan Bule, menambahkan selain di Thailand bakal ada negara lain yang dipersiapkan untuk menjadi lokasi latihan Skuad Garuda Muda.

    "Negara itu sudah siap menerima kita melakukan pelatihan tapi nanti ada negara lain yang sudah kita komunikasikan seperti Jerman," kata dia menjelaskan alasan pemilihan Thailand sebagai lokasi latihan.

    Iwan Bule mengatakan bahwa awalnya lebih memilih Belgia sebagai lokasi latihan di Eropa karena negara itu sebagai pemuncak untuk ranking dunia FIFA. Nyatanya, kata dia, Jerman secara infrastruktur jauh lebih siap menerima Amiruddin Bagus Kaffa dan kawan-kawan untuk berlatih.

    "Jadi ada ASEAN, Asia, Eropa. Jadi bertahap," kata dia menjelaskan lokasi latihan Timnas U-19.

    Menurut Iwan Bule, setelah dari Thailand selama 12 hari. Destinasi selanjutnya, kata mantan Kapolda Metro Jaya ini yakni negara Matahari Terbit, Jepang. "Kalau Jepang mungkin bulan depan, Februari," ungkap dia.

    Iwan Bule mengatakan lokasi latihan untuk memberi kesempatan tim besutan Shin Tae-yong menyerap pengalaman bakal dibuat bervariasi. "Tadi kami baru rapat di kantor memastikan Jerman, Jepang dan negara lain yang siap menerima kita," kata dia.

    Setelah di Thailand 12 hari, Timnas U-19 akan melanjutkan latihan ke Jepang dan Jerman. "Negara itu sudah siap menerima kita melakukan pelatihan tapi nanti ada negara lain yang sudah kita komunikasikan seperti Jerman," kata dia.

    Iwan Bule mengatakan bahwa awalnya lebih memilih Belgia sebagai lokasi latihan di Eropa karena negara itu sebagai pemuncak untuk ranking dunia FIFA. Nyatanya, kata dia, Jerman secara infrastruktur jauh lebih siap menerima Amiruddin Bagus Kaffa dan kawan-kawan untuk berlatih.

    "Jadi ada ASEAN, Asia, Eropa. Jadi bertahap," kata dia menjelaskan lokasi latihan Timnas U-19.

    Menurut Iwan Bule, setelah dari Thailand selama 12 hari. Destinasi selanjutnya,  yakni Jepang. "Kalau Jepang mungkin bulan depan, Februari," ungkap dia.

    Iwan Bule mengatakan lokasi latihan untuk memberi kesempatan tim besutan Shin Tae-yong menyerap pengalaman bakal dibuat bervariasi. "Tadi kami baru rapat di kantor memastikan Jerman, Jepang dan negara lain yang siap menerima kita," kata dia.

    IRSYAN HASYIM | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.