PB ISSI Rekrut Konsultan, Mantan Juara Dunia Balap Sepeda Trek

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari memberikan sambutan saat pembukaan Asian Track Champions 2019 di Jakarta Internatisional Velodrome, Jakarta Timur, Selasa 8 Januari 2019. Ajang internasional ini diikuti oleh 16 Negara Asia dan sebagai ajang untuk pengumpulan point menuju Olimpiade Tokyo 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari memberikan sambutan saat pembukaan Asian Track Champions 2019 di Jakarta Internatisional Velodrome, Jakarta Timur, Selasa 8 Januari 2019. Ajang internasional ini diikuti oleh 16 Negara Asia dan sebagai ajang untuk pengumpulan point menuju Olimpiade Tokyo 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia bertekad menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) bergerak cepat dengan mendatangkan super konsultan  balap sepeda untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan empat tahunan itu.

    "Itu sasaran jangka panjang kita. Tapi sebelum itu ada tujuan jangka pendek maupun menengah. Makanya harus kita siapkan jauh-jauh hari dengan merekrut super konsultan," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Selasa.

    Super konsultan yang didatangkan adalah juara dunia tujuh kali disiplin trek asal Prancis, Frederic Magne. Pria kelahiran Orleans 5 Februari 1969 ini juga pendiri dan Director General of the UCI World Cycling Centre (WCC) pertama selama 10 tahun.

    Pria yang akrab dipanggil Okto itu menjelaskan, tugas dari pebalap spesialis keirin dan tandem ini akan memiliki tugas besar yaitu meningkatkan kualitas atlet, pelatih dan sumber daya manusia pendukungnya.

    "Target jangka pendek untuk Olimpiade 2024, jangka menengah target antara dan jangka panjang adalah Olimpiade 2032. kita bukan hanya jadi tuan rumah, tapi juga harus menang," kata Okto menambahkan.

    Pria yang juga Ketua NOC Indonesia itu menjelaskan super konsultan asal Prancis itu akan langsung bekerja sesuai dengan program yang telah disiapkan.

    Ia ingin Frederic memaksimalkan apa yang ada di Indonesia termasuk Jakarta International Velodrome dan Jakarta International BMX Track.

    "Rekrutmen atlet menjadi yang utama. Kami akan mencari atlet berusia minimal 13 tahun. Kenapa usia itu, karena hitung-hitungannya akan berada pada peak performance pada Olimpiade 2032 nanti," kata Okto menegaskan.

    Dengan rencana besar yang ada, Okto mengaku benar-benar memaksimalkan Frederic Magne. Bahkan pihaknya akan mengurus Kitas pria berusia 51 tahun agar bisa maksimal dalam bekerja sesuai dengan target yang dibebankan.

    Sementara itu, Federic Magne mengaku sudah menyiapkan program yang akan dijalankan di Indonesia. Tidak hanya untuk disiplin trek, namun juga untuk road race, BMX hingga Mountain Bike (MTB) yang didalamnya ada downhill maupun cross country.

    "Saya sudah gak sabar bekerja di sini. Ini adalah sebuah tantangan bagi saya. Saya berharap bisa mendapatkan atlet potensial yang bisa diorbitkan ke level yang lebih tinggi," katanya.

    Sesuai dengan rencana, Frederic Magne akan menjalankan tugas per Februari. Sebelum menjalankan program jangka panjang, mantan pebalap kenyang pengalaman itu diharapkan membantu persiapan atlet untuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.