McGregor Menang 40 Detik, Ayah Khabib Nurmagomedov: Biasa Saja

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Conor McGregor saat melawan Donald Cerrone dalam pertarungan UFC 246 di Las Vegas, AS, 18 Januari 2020. Ini merupakan pertarungan pertama McGregor setelah 15 bulan vakum usai dikalahkan Khabib Nurmagomedov pada 6 Oktober 2018.  REUTERS/Mike Blake

    Aksi Conor McGregor saat melawan Donald Cerrone dalam pertarungan UFC 246 di Las Vegas, AS, 18 Januari 2020. Ini merupakan pertarungan pertama McGregor setelah 15 bulan vakum usai dikalahkan Khabib Nurmagomedov pada 6 Oktober 2018. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Abdulmanap Nurmagomedov, ayah sekaligus pelatih Khabib Nurmagomedov, menilai pertarungan antara Conor McGregor dan Donald Cerrone di UFC 246 biasa saja.

    McGregor menghentikan perlawanan Cerrone hanya dalam tempo 40 detik.

    "Tidak ada yang mengejutkan, saya melihat tidak ada yang baru," kata Nurmagomedov seperti dikutip kantor berita Ria Novosti.

    “Ini adalah divisi kelas ringan, tempat para petarung terkuat berkumpul. Karena itu, saya berpikir bahwa tidak ada yang berubah dalam kelas ini, juara saat ini tetap di atas takhta," katanya.

    "Penantang teratas untuk juara kelas ringan adalah Tony Ferguson," kata Nurmagomedov.

    Jika Conor ingin membuktikan sesuatu pada kelas welter, maka ada Kamaru Usman, Colby Covington, Jorge Masvidal. "McGregor dan Cerrone dengan berat ini bahkan tidak masuk dalam sepuluh besar," kata Abdulmanap Nurmagomedov, yang melatih Khabib gulat ketika anaknya itu berumur 8 tahun.

    Jika pertarungan antara Khabib Nurmagomedov dan Tony Ferguson berhasil maka McGregor harus menunggu beberapa saat sebelum mendapatkan "The Eagle", dan sementara itu, ia bisa mencoba mengejar gelar kelas welter untuk menjadi orang pertama yang memenangkan sabuk di tiga kelas berat berbeda di UFC.

    BJPENN.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.