3 Pesan Gubernur Lukas Soal PON 2020: NKRI, Papua Aman, 1 Bangsa

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mendengarkan penjelasan Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) tentang banjir bandang Sentani sebelum menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani dan daerah aliran Sungai Sentani Tami di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Nota kesepakatan itu untuk mensinergikan penanganan pemulihan kawasan-kawasan tersebut pasca banjir bandang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo mendengarkan penjelasan Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) tentang banjir bandang Sentani sebelum menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani dan daerah aliran Sungai Sentani Tami di Jayapura, Papua, Senin 1 April 2019. Nota kesepakatan itu untuk mensinergikan penanganan pemulihan kawasan-kawasan tersebut pasca banjir bandang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur Papua, Lukas Enembe menyampaikan tiga pesan khusus perihal penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON 2020 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Timika dan Kabupaten Merauke.

    Lukas yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Besar PON (PB PON) menyampaikan PON 2020 Papua membawa semangat persaudaraan. "Indonesia itu satu dari Sabang sampai Merauke, kita tunjukkan dalam pelaksanaan PON. Itu yang pertama," kata Lukas di  Kantor Kemenpora, Selasa, 21 Januari 2020.

    Pesan kedua, mantan Bupati Puncak Jaya ini berharap penyelenggaraan PON di provinsi paling timur itu bisa mengikis stigma bahwa Papua tidak aman. Menurut dia, wisatawan tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Bumi Cendrawasih menikmati berbagai objek wisata. "Anda silahkan datang ke Papua, menikmati keindahan alam, budayanya," kata dia.
     
    Pesan ketiga dari Gubernur berusia 52 tahun itu yakni menegaskan bahwa Papua merupakan bagian tak terpisah dari Bangsa Indonesia. "Sukses PON adalah kesuksesan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.
     
    Selain ingin sukses sebagai penyelenggara, Lukas berharap atlet dari Papua bisa mengukir prestasi di hadapan publik sendiri. "Kami targetkan juara satu di luar kontingen dari Pulau Jawa," ucap dia.
     
    PON Papua bakal dibuka pada 20 Oktober 2020. Penutupan berlangsung pada 2 November 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.