Persiapan Olimpiade 2020, Atlet Menembak akan Berlatih di Jerman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet menembak Vidya Rafika merebut emas di SEA Games 2019. Ia turun di nomor 10M RF Women. (Sumber: Antara)

    Atlet menembak Vidya Rafika merebut emas di SEA Games 2019. Ia turun di nomor 10M RF Women. (Sumber: Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta- Persatuan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin) menyiapkan 19 atlet untuk mengikuti pemusatan latihan nasional tahun 2020. Sekjen Perbakin Firtian Judiswadarta mengatakan pelatnas in untuk persiapan Olimpiade 2020 Tokyo dan SEA Games 2021 Vietnam. "Sebanyak 10 atlet kita coba ikutkan pelatnas untuk persiapan Olimpiade," kata Firtian kepada Tempo, Kamis, 22 Januari 2020.

    Rencana penggabungan pelatnas Olimpiade dan SEA Games, kata dia telah diusulkan ke pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia berharap proposal yang diajukkan bisa disetujui oleh Kemenpora. "Sekaligus aja biar tidak buang-buang uang duit pemerintah jadi kita manfaatkan semaksimal mungkin," kata dia.

    Khusus atlet yang diprioritaskan untuk Olimpiade, Firtian mengatakan bakal mengikuti beberapa kejuaraan dunia untuk bisa lolos. Kejuaraan itu antara lain berlangsung di New Delhi, Munich, dan Polandia. "Tiga ajang itu sudah dipastikan oleh ISSF (Federasi Menembak Dunia) sebagai ajang kualifikasi Olimpiade," ungkap dia.

    Untuk mendapatkan hasil maksimal di Olimpiade dengan meloloskan dua atlet ke Olimpiade 2020, Perbakin bakal mengenjot kemampuan atlet di Hannover,Jerman. Firtian mengatakan satu tiket dari nomor air rifle putri telah dikantongi melalui Vidya Rafika. "Kita usahakan bisa mendapatkan lagi satu tiket dari nomor air rifle putra," ungkap dia.

    Firtian mengatakan bahwa pemilihan Hannover sebagai lokasi latihan dengan mempertimbangkan ketersediaan fasilitas. Menurut dia, fasilitas latihan di Hannover telah menyediakan teknologi untuk tes barrel atau laras senjata. "Sebenarnya tes barrel dibutuhkann setiap atlet kelas dunia, kalau barrel-nya apa, pelurunya harus apa. Itu harus di tes dulu, jadi ada analisa teknologi," ungkap dia.

    Menurut dia, teknologi olahraga untuk menembak yang terbaik berada di Jerman. Firtian menyebutkan untuk fasilitas yang setara belum ada di negara Asia. "Enaknya di Jerman kalau larasnya tidak bagus kita bisa ganti dengan cepat tidak harus menunggu," ungkap dia.

    Pada tahun 2019, Perbakin juga sudah pernah mengirimkan atlet pada 20 Oktober-2 November untuk menjalani latihan di Hannover. Langkah itu sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2019. Pada ajang itu, penembak asal Indonesia mampu meraih tujuh medali emas.

    Firtian melanjutkan bahwa secara teknik atlet menembak Indonesia sudah setingkat dengan penembak kelas dunia. Menurut dia, tinggal mental dan psikologis yang perlu dijaga ketika mengikuti kejuaraan.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.