Kuta FC, Kendaraan Mevans dan Littarahma Cetak Pesepak Bola Andal

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuta FC, tim asal Pemalang, Jateng milik pembalap motokros Mevans Sanggramawijaya yang saat ini berkompetisi di Liga 3. (dok. Kuta FC)

    Kuta FC, tim asal Pemalang, Jateng milik pembalap motokros Mevans Sanggramawijaya yang saat ini berkompetisi di Liga 3. (dok. Kuta FC)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak banyak tim sepak bola Indonesia yang mendirikan tim untuk kepentingan sosial. Oleh karena itu yang dilakukan Kuta FC, tim asal Desa Kuta, Kecamatan Belik, Pemalang, Jawa Tengah menarik diikuti.

    Kuta FC merupakan tim yang dimiliki pasangan suami istri yang memang gemar olahraga. Sang suami, Mevans Sanggramawijaya merupakan crosser nasional yang juga mempunyai tim balap motocross plus supermoto: Onesixeight.

    Sementara istri Mevans, Littarahma dahulu seorang atlet voli yang malang melintang di kancah nasional. Mevans pun menceritakan awal terbentuknya Kuta FC.

    Menurutnya semua bermula usai kegagalan Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010. Usai kekalahan menyakitkan dari Malaysia, pemain-pemain seperti Budi Sudarsono sampai Ponaryo Astaman bertemu dengan Mevans.

    "Saat itu berpikir ayo kita bikin tim sepak bola saja. Jadi jika bermain di Jakarta, kita punya tim. Awalnya ada ide nama tim Indonesia All Star," kata Mevans.

    "Kemudian karena ide tim sepak bola ini dari saya, pakai nama tempat kelahiran saya saja, Kuta," lanjut pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu.

    Sampai sekarang, Kuta FC memang diisi pemain sepak bola Indonesia yang masih aktif bermain sampai pensiun. Nama-nama seperti Hamka Hamzah atau Budi Sudarsono tidak segan datang langsung ke Kuta untuk sekadar melakoni laga eksebisi.

    Tidak hanya mengumpulkan pemain-pemain nasional top, Kuta FC juga memiliki perhatian besar terhadap sepak bola usia muda. Tim ini memiliki sekolah sepak bola U-12, U-15, sampai U-19.

    Kuta FC juga terdaftar mengikuti kompetisi Liga 3 Indonesia. "Kami mengambil pemain dari akademi kami bukan dari luar. Jika memang bagus, mereka bisa direkrut tim Liga 2 atau Liga 1 tanpa kami pungut biaya," Mevans menerangkan.

    "Kuta FC memang tujuannya mendistribusikan pemain. Sebagai jembatan buat anak-anak yang punya potensi di sepak bola tapi tidak ada biaya. Dari Kuta FC buat Indonesia.

    "Kebetulan kita rekan-rekan AFF 2010 banyak yang sudah masuk jajaran pelatih. Jadi semakin mempermudah pemain kami digunakan oleh tim yang berada di kasta teratas," Mevans melanjutkan.

    Mevans pun menegaskan Kuta FC sama sekali tidak menargetkan untuk bisa lolos ke Liga 2 atau bahkan Liga 1. Karena tujuan tim ini memang hanya sebagai penambah jam terbang pemain muda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.