Wabah Virus Corona, Kejuaraan Atletik Asia di Cina Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu Muhammad Zohri. Antara

    Lalu Muhammad Zohri. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan Atletik Indoor Asia 2020 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 Februari di Hangzhou, Cina dibatalkan akibat virus corona yang merebak di Negeri Tirai Bambu tersebut.

    Pengumuman tersebut dikeluarkan langsung oleh Asosiasi Atletik Asia (AAA), Minggu malam WIB melalui surat keputusan yang ditandatangani oleh Presiden AAA Dahlan Al Ahmad.

    Surat tersebut kemudian diunggah oleh akun instagram resmi PB PASI, @pasipusat.

    “Karena kita semakin dekat dengan jadwal kejuaraan, saya telah meminta komisi medis kami untuk mendiagnosis masalah yang ada dan merekomendasikan resolusi terbaik mereka.”

    "Setelah mendengar banyak pertimbangan dan saran dari komisi medis kami serta Anggota Dewan Asia, kami memutuskan untuk membatalkan kejuaraan ini. Keselamatan atlet dan ofisial adalah hal yang paling penting," demikian pernyataan yang tertulis dalam surat keputusan.

    PB PASI yang berencana menurunkan tiga atletnya yakni Lalu Muhammad Zohri (sprint 100 meter), Emilia Nova (lari gawang putri 100 meter) dan Sapwaturrahman (lompat jauh) ke kejuaraan itu pun telah menerima keputusan tersebut serta menyampaikan duka mendalam bagi warga Cina.

    Batalnya kejuaraan tersebut jelas amat disayangkan karena itu merupakan salah satu ajang pemanasan bagi Zohri sebelum berlaga pada Olimpiade 2020 Tokyo.

    Pelatih kepala lari jarak pendek Eni Nuraeni mengatakan, pihaknya akan segera mencari kejuaraan lain bagi Zohri.

    "Iya (belum ada rencana lagi) dan sedang dicarikan try out lagi," ujar Eni saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

    Sementara bagi Sapwaturrahman, turnamen tersebut merupakan ajang untuk mengejar limit waktu Olimpiade 8,22 meter pada nomor lompat jauh.

    Sebelumnya, wabah virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina telah menyebar ke beberapa negara. Virus tersebut telah menulari lebih dari 2.000 orang secara global dan membuat 56 orang meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.