Giring Ganesha Sebut Gaji Atlet Esport Bisa Rp 100 Juta Per Bulan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esport 2020 Giring Ganesha menjelaskan kerja sama Piala Presien Esport 2020 dengan Samsung Electronics Indonesia di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2020. TEMPO/Khory

    Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esport 2020 Giring Ganesha menjelaskan kerja sama Piala Presien Esport 2020 dengan Samsung Electronics Indonesia di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2020. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia Esports Premier League (IESPL), Giring Ganesha, mengatakan karier sebagai atlet esport cukup menjanjikan. Menurut mantan vokalis grup band Nidji itu, atlet esport profesional bisa mendapatkan gaji mencapai Rp 70 juta sampai Rp 100 juta per bulan.

    Di Indonesia, kata dia, atlet esport yang sudah kelas kakap bisa memiliki gaji di atas R- 20 juta per bulan. "Kalau kita lihat ada atlet Indonesia yang sudah di tingkat dunia, Hansel Ferdinand BnTeT yang bermain game CS:GO gajinya sudah di atas Rp 70 juta sampai Rp 100 juta per bulan. Itu sudah profesional," kata Giring saat ditemui di Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin, 27 Januari 2020.

    Hansel yang disebut Giring itu merupakan atlet esport asal Indonesia yang bergabung dengan tim asal Cina bernama Tyloo untuk game Counter Striker: Global Offensive (CS:GO). Sebelumnya, Hansel pernah bergabung dengan tim Cina lainnya seperti NXL dan Recca.

    Giring menambahkan, atlet esport bisa mendapatkan lebih banyak lagi selain dari gaji yang diberikan tim. "Yaitu bagaimana mereka meng-engage tiap kali mereka streaming seperti platform, seperti Nimo dan lainnya,” katanya.

    Selain tu, Giring menuturkan, tim esport juga biasanya banyak mendapatkan endorsement sebagai KOL dan influencer. “Sebetulnya masih banyak positioning-positioning bisnis model yang belum di-take-in, seperti bintang iklan dan lain-lain, dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar untuk memajukan industri esport di Indonesia,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.