Michael Jordan: Kobe Bryant Lawan Sengit dan Seperti Adik

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Los Angeles Lakers Kobe Bryant berebut bola dengan pebasket Cleveland Cavaliers LeBron James (23) pada pertandingan NBA di Quicken Loans Arena, Cleveland, 10 Februari 2016. ANTARA FOTO/REUTERS/David Richard-USA TODAY Sports/pras.

    Pebasket Los Angeles Lakers Kobe Bryant berebut bola dengan pebasket Cleveland Cavaliers LeBron James (23) pada pertandingan NBA di Quicken Loans Arena, Cleveland, 10 Februari 2016. ANTARA FOTO/REUTERS/David Richard-USA TODAY Sports/pras.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kobe Bryant menggabungkan keterampilan menembak yang langka, etos kerja yang tak kenal lelah, daya kompetisi yang kuat, ketangguhan mental, dan kreativitas untuk menjadi salah satu pebasket terhebat NBA, demikian sejumlah rekan-rekannya sesama legenda bola basket berkomentar.

    Bryant, yang meninggal dunia pada Minggu di usia 41 dalam kecelakaan helikopter, disebut pula sebagai ikon di dalam dan luar lapangan yang menginspirasi para pemain muda dan menyenangkan penggemar serta merangkul audiensi global yang memujanya.

    "Dia adalah lawan sengit, salah satu pemain hebat dalam permainan dan kekuatan kreatif," kata juara NBA enam kali Michael Jordan, 56 tahun. "Saya mencintai Kobe dan dia seperti adik bagi saya."

    Pada permainan bola basket, Bryant merupakan salah satu dari guard elit dalam sejarah NBA, seorang maestro dengan drive yang memukau ke ring dan keberanian untuk mengambil tembakan 3 poin diiringi keterampilan untuk menenggelamkan lawannya.

    "Saya sama sekali tidak takut," kata Bryant tentang rasa lapar kemenangan di momen-momen pertandingannya. "Jika saya melepas tembakan terakhir dan meleset, lalu bagaimana?"

    Ini adalah keberanian yang dia tunjukkan lebih sering ketimbang tidak dengan permainan spektakuler, membuat rekan timnya menjadi lebih baik dan lawannya berupaya lebih keras untuk tampil semakin baik.

    "Tidak akan pernah ada pemain lebih besar dalam olahraga kami," kata Mike Krzyzewski, yang melatih Bryant di tim pemenang medali emas Olimpiade AS pada 2008 dan 2012. "Dia terus-menerus mengejar melakukan sesuatu yang istimewa."

    "Kami kehilangan secara tragis salah satu tokoh olahraga terhebat di zaman kami."

    Bryant memenangkan lima gelar juara NBA dalam tujuh perjalanan ke final. Dia masuk tim NBA All-Star 18 kali, Pemain Paling Berharga NBA 2008, Final NBA 2009 dan 2010 NBA MVP dan menyamai rekor sebagai empat kali NBA All-Star Game MVP.

    Bryant telah mencatat 33.643 poin, 7.047 rebound dan 6.306 assist lebih dari 1.346 game NBA sepanjang karir, membuat sejarah dari pertandingan pertama hingga terakhir.

    Sebagai debutan pada tahun 1996, Bryant adalah pemain termuda di NBA, beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-18. Pada usia 37 tahun di 2016, Bryant mencetak 60 poin dalam pertandingan NBA terakhirnya, menjadi pemain tertua yang memecahkan tonggak sejarah.

    "Kobe adalah pemain terpilih, istimewa dalam banyak hal bagi banyak orang. Dia melampaui batas," kata Phil Jackson, yang pernah melatih Jordan dan Bryant dan keseluruhannya membukukan 11 gelar juara NBA, demikian AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.