PON 2020: Dinas Kesehatan Papua Bangun Pusat Antidoping

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    Kangpo dan Drawa,. dua maskot PON 2020 Papua yang diluncurkan di Jakarta pada Rabu 20 November 2019. (Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menganggarkan Rp 8 miliar untuk pengadaan inventaris gedung doping center PON 2020 yang hingga kini masih dalam tahap pembangunan.

    "Pembangunan gedung doping center ini memang kita ada tambahan hari. Jadi, sesuai dengan adendum yang sudah kita lakukan, ada tambahan hari kerja," kata Sekretaris Dinkes Papua, Silwanus Sumule di Jayapura, Rabu.

    Lanjut dia, adendum tambahan waktu kerja dan pasti akan diselesaikan, harus diselesaikan sebelum pelaksanaan PON XX.

    "Jadi, dari progres secara fisik pembangunan gedung doping center ini kurang lebih sekitar 82 persen, itu akan diselesaikan. Begitu selesai, dalam perencanaan kita, inventaris didalam sudah dianggarkan," katanya.

    Kurang lebih, menurut dia, anggaran untuk inventaris kurang lebih sekitar Rp8 miliar. Intinya, paling lambat sekitar Juli 2019, gedung doping center Papua sudah dioperasikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.