Klaim Punya 26 Pengprov, PB Esports Ingin Segera Gabung KONI

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelantas Timnas esports Indonesia menkelang SEA Games 2019. Antara

    Ilustrasi pelantas Timnas esports Indonesia menkelang SEA Games 2019. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pembina PB Esports Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan segera mendaftarkan induk cabang olahraga yang dipimpin oleh Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan itu kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai anggota.

    “Kita sudah siapkan cabang-cabang di provinsi. Ini yang akan kita kerjakan sekarang,” ungkap Sandiaga di ICE BSD, Tangerang, Minggu.

    Sandiaga mengatakan, hingga saat ini sudah terbentuk 26 pengurus di beberapa provinsi di Indonesia. Dari 26 pengurus provinsi tersebut, ia yakin PB Esports telah memenuhi persyaratan untuk terdaftar sebagai anggota KONI.

    “Sudah ada 26 (pengurus) provinsi. Rencananya bulan Februari ini sudah siap 26 dan sudah bisa dilantik. Kita sudah memenuhi syarat untuk jadi anggota KONI,” kata Sandiaga menambahkan.

    Adapun salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI adalah induk cabang olahraga tersebut harus memiliki minimal 17 pengurus provinsi aktif.

    Sementara itu, Ketua KONI Pusat Marciano Norman berharap dengan dibentuknya PB Esports, para anggotanya bisa segera melakukan konsolidasi dan mengirimkan surat permohonan.

    “Saya selaku Ketua Umum KONI berharap mereka segera melakukan konsolidasi organisasinya dan segera mengirimkan surat permohonan supaya dijadikan salah satu cabang olahraga yang menjadi anggota KONI pusat bersama 64 cabang olahraga lainnya,” kata Marciano.

    “Saya berharap dalam waktu dekat di bawah bimbingan Pak Budi Gunawan dan Pak Sandiaga, PB Esports akan segera memenuhi persyaratan untuk segera jadi anggota KONI,” katanya melanjutkan.

    Sebelum PB Esports resmi dilantik pada 18 Januari lalu, tercatat sudah ada setidaknya tiga lembaga dan asosiasi yang menaungi esports Indonesia berdiri lebih dulu.

    Setelah Indonesia Esports Association (IESPA) muncul pertama kalinya pada 2013, beberapa asosiasi lain bermunculan seperti Asosiasi Olahraga Video Game Indonesia (AVGI) yang dibentuk Juli 2019 dan Federasi Esports Indonesia (FEI) pada Oktober 2019.

    IESPA yang merupakan organisasi pertama menaungi esports juga telah dikukuhkan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) serta diakui sebagai anggota Federasi Esports Internasional (IeSF).

    Sebagai perbandingan, IESPA telah memiliki 22 pengurus provinsi di seluruh Indonesia dan rutin menggelar turnamen esports sejak 2014 lalu.

    Selain itu, IESPA juga merupakan asosiasi yang turut berperan penting dalam proses seleksi atlet yang turun di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 lalu.

    Kendati sudah ada beberapa asosiasi esports di Indonesia, Sandiaga memastikan bahwa tidak akan terjadi tumpang tindih tugas dan wewenang satu sama lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.