Gelar Audisi Bulu Tangkis 2020, PB Djarum Ngotot Pakai Logo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana menjelang pertandingan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Suasana menjelang pertandingan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di GOR Satria, Purwokerto, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin memastikan bahwa audisi umum bulu tangkis tetap digelar pada tahun 2020.

    Yoppy yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Bulu Tangkis (PB) Djarum mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi internal, audisi direkomendasikan tetap berjalan dengan nama resmi Audisi Umum Bulu Tangkis PB Djarum 2020. "Nanti (ada) tagline kecil beasiswa bulu tangkis," kata Yoppy seusai acara pemberian penghargaan atlet muda PB Djarum di Djakarta Theatre, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ia menambahkan pihaknya tetap akan menggunakan logo PB Djarum dalam audisi. Rencananya audisi tersebut mulai digelar pada semester kedua tahun 2020. Ia tidak mempersoalkan jika keputusan itu bakal menuai protes dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sebelumnya komisi tersebut sempat meminta pemberhentian audisi bulu tangkis PB Djarum karena dianggap mengeksploitasi anak dengan pemasangan logo produk hasil tembakau itu dalam audisi.

    "Terserah mereka dong, bukan urusan saya. Yang penting kami punya niat baik. Kami jalani, kalau nanti disetop sama otoritas berwenang, kami berhenti, simpel aja," ucapnya.

    Yoppy menambahkan, tahun ini rencananya audisi bulu tangkis PB Djarum digelar di lima kota, tidak lagi delapan kota seperti tahun lalu. Ia menyebut lima kota itu adalah Kudus, Purwokerto, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Makassar. "Tiga di Jawa, dua luar Jawa," kata dia.

    Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin memberikan kata sambutan dalam acara penghargaan ttlet PB Djarum berpretasi 2019, Djakarta Theatre, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Irsyan

    Terkait dengan keputusan tidak menggunakan logo PB Djarum pada tahun lalu, menurut Yoppy, merupakan langkah temporer yang diambil setelah munculnya protes dari KPAI. Ia berkeyakinan bahwa pemasangan logo Djarum di kaus peserta yang merupakan anak-anak tidak melanggar aturan.

    "Kan sudah sepakat audisi lanjut terus, kami ngatur sendiri, formatnya seperti apa, terserah kami. Saya tidak mau didikte dong harus gini, harus gitu, saya enggak mau," ujarnya.

    Yoppy mengungkapkan, setelah berdamai dengan KPAI dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga yang ketika itu dijabat Imam Nahrawi, masih ada pertemuan khusus lagi yang membahas audisi bulu tangkis PB Djarum di Kantor Sekretariat Presiden (KSP). Ia menyebutkan bahwa pertemuan itu merupakan koordinasi antarinstansi pemerintah dan PB Djarum tidak lagi dilibatkan.

    "Di KSP kami nggak diajak, mereka (bahas) urusan antarinstansi. Hasilnya audisi itu bagus untuk Indonesia, jangan diganggu itu aja," kata dia.

    Sebelumnya, KPAI menjelaskan sikap tegasnya melarang pemakaian logo rokok pada anak di Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019. Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty mengatakan dari hasil riset ada kenaikan perokok pemula dari usia anak

    Sitti menjelaskan dari hasil riset Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013, jumlah anak menjadi perokok pemula sekitar 7,2 persen. Jumlah itu meningkat menjadi 9,1 persen pada Riskesdas tahun 2018. "Padahal di RPJMN 2019 ditargetkan jumlah prevalensi perokok pemula turun menjadi 5,4 persen," ujar Sitti.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.