Formula 1: Mercedes Sodorkan Kontrak Rp 1 T untuk Lewis Hamilton

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton, berfoto sambil memegang bendera Inggris saat merayakan kemenangannya pada GP Amerika Serikat, di Circuit of the Americas (COTA), Austin, 4 November 2019. Mandatory Credit: Jerome Miron-USA TODAY Sports

    Pembalap Mercedes Lewis Hamilton, berfoto sambil memegang bendera Inggris saat merayakan kemenangannya pada GP Amerika Serikat, di Circuit of the Americas (COTA), Austin, 4 November 2019. Mandatory Credit: Jerome Miron-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Mercedes Toto Wolff akan bertemu dengan Lewis Hamilton Selasa ini, yang pertama dilakukan tahun ini dan dia yakin juara dunia enam kali itu bersedia menandatangani kontrak baru senilai 60 juta pound sterling, atau sekitar Rp 1 triliun untuk satu tahun.

    Menurut Daily Mail, kedua orang itu tak pernah berbicara lagi sejak pesta Natal yang diadakan Mercedes pada pekan kedua Desember tahun lalu, tetapi tetap saling berbalas pesan teks selama jeda.

    Mereka akan bertemu muka dengan Hamilton yang kontraknya diperbarui sampai akhir musim ini dan kembali bergabung dengan pabrik Silver Arrows di Northamptonshire, Selasa pagi.

    Hamilton ( 35) berpendapatan per tahun 40 juta pound dan seorang pejabat senior Mercedes mengungkapkan bahwa kali ini sang pebalap bisa berpenghasilan 60 juta per tahun.

    Namun, pikiran Wolff masih digelayuti kemungkinan pebalap Inggris itu membelot ke Ferrari seandainya Sebastian Vettel keluar dari tim balap Italia itu.

    Ketika ditanya apakah kantongnya tebal, Wolff menjawab, "Anda harus hormat bahwa seorang superstar olahraga pada puncak prestasinya memiliki waktu terbatas untuk mendapatkan uang sebanyak ini,” kata bos tim Mercedes Formula 1 itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.