Mercedes Tawarkan Rp 1 T, namun Takut Lewis Hamilton ke Ferrari

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton, menyemprotkan sampanye saat merayakan keberhasilannya menjuarai balapan GP Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, 28 Oktober 2019. REUTERS/Carlos Jasso

    Pembalap Mercedes Lewis Hamilton, menyemprotkan sampanye saat merayakan keberhasilannya menjuarai balapan GP Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, 28 Oktober 2019. REUTERS/Carlos Jasso

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Mercedes Toto Wolff akan bertemu dengan Lewis Hamilton Selasa hari ini, 11 Februari 2020. Ia  yakin juara dunia enam kali itu bersedia menandatangani kontrak baru senilai 60 juta pound per tahun.

    Menurut Daily Mail, kedua orang penting di tim balap Formula 1 Mercedes itu tak pernah berbicara lagi sejak pesta Natal yang diadakan Mercedes pada pekan kedua Desember tahun lalu. Tetapi, mereka tetap saling berbalas pesan teks selama jeda.

    Wolff akan bertemu muka dengan Hamilton, yang kontraknya diperbarui sampai akhir musim ini.

    Hamilton, 35 tahun, berpendapatan per tahun 40 juta pound dan seorang pejabat senior Mercedes mengungkapkan bahwa kali ini sang pembalap bisa berpenghasilan 60 juta pound per tahun atau sekitar Rp 1,064 triliun.

    Namun, pikiran Wolff masih digelayuti kemungkinan pembalap Inggris itu membelot ke tim Formula 1 Ferrari seandainya Sebastian Vettel keluar dari tim balap Italia itu.

    Ketika ditanya apakah kantongnya cukup tebal, Wolff menjawab, "Anda harus tahu bahwa seorang superstar olahraga pada puncak prestasinya memiliki waktu terbatas untuk mendapatkan uang sebanyak ini."

    "Tapi uang bukan masalah utama bagi Lewis," kata Wolff. "Negosiasi kontrak terakhir lebih kepada memberi dia kebebasan untuk mewujudkan proyek-proyeknya sendiri."

    Hamilton bergabung dengan Mercedes sejak 2013 dan selalu meraih gelar juara dunia kecuali musim 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.