Hindari Virus Corona, Tim Tenis Meja Cina Berlatih di Qatar

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Tiongkok, Xu Xin melakukan servis saat Final Perebutan Medali Emas Tenis Meja Tim Putra Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, 17 Agustus 2016.  REUTERS/Alkis Konstantinidis

    Atlet Tiongkok, Xu Xin melakukan servis saat Final Perebutan Medali Emas Tenis Meja Tim Putra Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, 17 Agustus 2016. REUTERS/Alkis Konstantinidis

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi tenis meja Cina mengungsikan tim Olimpiade ke Qatar, untuk menghindari wabah virus corona di dalam negeri. Sebanyak 30-an anggota skuat Cina berlatih di Aspire Academy Arena di Doha sejak berakhirnya Jerman Terbuka di Magdeburg pekan lalu.

    Asosiasi tenis meja Qatar menyiapkan fasilitas pelatihan untuk tim Olimpiade Cina termasuk 2 ribu bola pingpong.

    Setelah beberapa negara menerapkan larangan bepergian karena wabah itu, Asosiasi Tenis Meja Cina (CTTA) mencari fasilitas latihan untuk para pemainnya yang jauh dari negerinya.

    Cina sudah menerima undangan dari Jerman, Austria dan Jepang serta beberapa lainnya, namun memilih Doha karena beberapa pemain topnya akan mengikuti Qatar Terbuka dari 3 - 8 Maret 2020.

    "Kami tak mengira mereka bisa menyiapkan venue, meja dan fasilitas bagi kami dalam waktu sesingkat ini," kata Presiden CTTA Liu Guoliang dalam pernyataan yang dirilis oleh Federasi Tenis Meja Internasional.

    "Meja yang kami gunakan untuk berlatih adalah yang akan digunakan untuk Qatar Terbuka. QTTA bahkan memberi kami 2.000 bola bagi kami untuk berlatih."

    "Mungkin ini situasi yang biasa di Cina tetapi sungguh sangat menyentuh hati, khususnya selama masa sesulit ini dan kami benar-benar mengapresiasi semua bantuan ini dari rekan-rekan internasional kami."

    Cina sudah menyabet 28 dari 32 emas yang diberikan sejak olah raga ini dipertandingkan di Olimipade pada 1988. Mereka diperkirakan akan kembali mendominasi Olimpiade 2020.

    Ketua QTTA Khalil Al-Mohannadi mengungkapkan dia ingin memastikan atlet-atlet terbaik dunia bermain di turnamen Qatar itu.

    "Ketika saya mendengar virus corona di Cina, yang mengkhawatirkan kami adalah tim nasional Cina tidak akan bisa bermain di Qatar Terbuka," kata dia seperti dikutip Reuters.

    Sekitar 42.000 orang sudah terjangkit virus corona di Cina, sekitar 1.000-an di antaranya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.