Manchester United Yakin Bisa Menangkan Perebutan Jadon Sancho

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Jadon Sancho. REUTERS

    Jadon Sancho. REUTERS

    TEMPO.CO, JAKARTA - Jadon Sancho, pemain muda berbakat Inggris, telah menjalani musim yang luar biasa di Borussia Dortmund. Namun, Manchester United bertekad untuk memenangkan pertarungan dengan Chelsea dalam memperebutkannya.

    Borussia Dortmund siap untuk menjual bintang Inggrisnya itu pada musim panas 2020 ini jika harga yang ditawarkan cocok. United siap merogoh kocek hingga 120 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,1 triliun untuk mengontrak Sancho. Dortmund tahu harga yang mereka tawarkan hingga d iatas 100 juta pound itu realistis.

    Di sisi lain, Chelsea juga tertarik pada pemain berusia 19 tahun itu dan sedang berusaha mengincarnya karena pemain Chelsea, Pedro dan Willian, dikabarkan akan meninggalkan Stamford Bridge pada musim panas ini.

    Sancho telah mencetak 12 gol dan memberikan 13 umpan akurat selama musim ini. Ia juga telah membuktikan dirinya sebagai salah satu talenta muda terbaik di Eropa. Lulusan akademi Manchester City ini telah menjadi salah satu pemain kunci di Dortmund. Namun, raksasa Bundesliga Jerman itu kabarnya juga sudah mencari-cari target pemain untuk menggantikan Sancho pada musim depan.

    Sancho telah tamil membela tim nasional Inggris 11 kali dan sudah tiga tahun bermain di Jerman. Ia menandatangani kontraknya dengan Dortmund seharga 8 juta pound pada 2017. Itu menjadikannya salah satu pemain yang paling mahal dan paling dicari di Eropa.

    Chelsea tidak melakukan pembelian pemain dalam transfer bulan Januari. Manajer Frank Lampard menyatakan rasa kecewanya. Tapi, sekarang ia siap untuk mendatangkan pemain baru untuk menyegarkan skuadnya, termasuk dengan memburu Jadon Sancho.

    MIRROR | NURUL FARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.