Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia: Rizky Pecahkan Dua Rekor Dunia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Timnas Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    Lifter Timnas Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019. Timnas Angkat Besi Indonesia sengaja berangkat ke Manila lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan agar para atlet dapat segera beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat latihan angkat besi SEA Games 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah membuat kejutan dengan memecahkan dua rekor dunia remaja saat berlaga di Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan, Minggu.

    Pada kejuaraan yang menjadi salah satu ajang kualifikasi kategori gold menuju Olimpiade 2020 Tokyo itu, Rizky merebut tiga emas kategori remaja sekaligus memecahkan dua rekor dunia di kelas 73 kg.

    Dua rekor dunia yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg, serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg, demikian catatan resmi IWF.

    Adapun tiga emas itu ia persembahkan melalui angkatan snatch (139 kg), clean and jerk (168 kg), dan total angkatan (307 kg).

    Tidak hanya itu, lifter berusia 16 tahun itu juga memecahkan rekor Asia remaja pada nomor clean and jerk dari 166 kg menjadi 168 kg.

    Selain Rizky, lifter lainnya Rahmat Erwin Abdullah juga turut memegang dua rekor Asia junior untuk nomor clean & jerk (185 kg) dan total angkatan (329 kg) di kelas 73 kg.

    Pada hari sebelumnya, Sabtu (15/2), Muhammad Faathir juga kembali memecahkan dua rekor dunia remaja atas nama dirinya di kelas 61 kg.

    Faathir memecahkan rekor clean & jerk yang awalnya 153 kg menjadi 154 kg, serta total angkatan dari 269 kg menjadi 272 kg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.