Persebaya Lolos ke Final: 6 Fakta Menarik, Termasuk Ulah Suporter

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah rangka kendaraan terbakar saat terjadi bentrok antara pendukung Persebaya dan Arema FC sebelum laga semifinal Piala Gubenur Jawa Timur 2020 di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa, 18 Februari 2020. ANTARA/HO-Ach

    Sejumlah rangka kendaraan terbakar saat terjadi bentrok antara pendukung Persebaya dan Arema FC sebelum laga semifinal Piala Gubenur Jawa Timur 2020 di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa, 18 Februari 2020. ANTARA/HO-Ach

    TEMPO.CO, JakartaPersebaya Surabaya lolos ke final Piala Gubernur Jatim 2020. Mereka lolos setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 4-2 di Stadion Soeprijadi, Blitar, Selasa, 18 Februari 2020.

    Laga berlangsung seru dan digelar tanpa penonton. Tapi di luar arena, suporter kedua tim tetap mewarnai kota, bahkan sempat terlibat kericuhan.

    Inilah beberapa catatan penting dari laga Persebaya vs Arema FC:

    • Kedua tim sama-sama kehilangan pemainnya karena kartu merah. Arema kehilangan Jonathan Bauman yang mendapat kartu merah pada menir ke-18. Persebaya kehilangan Abu Rizal Maulana karena mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-60.

    • Gol Persebaya dicetak oleh David Da Silva (dua gol, serta Mahmoud Eid dan Irfan Jaya. Sedangkan gol Arema dicetak oleh Johan Ahmad Farizi dan Elias Alderat.

    • Persebaya akan bertemu Persija Jakarta di partai final Piala Gubernur Jatim 2020. Pertandingan akan digelar pada 20 Februari, kemungkinan besar di Gelora Bung Tomo Surabaya, Namun kepastiannya serta waktu kick-off masih menunggu koordinasi panitia dengan pihak kepolisian.

    • Persebaya mengejar gelar juara yang kedua di turnamen ini. Sedangkan Persija menantikan trofi pertamanya.

    • Meski laga digelar tanpa penonton, tapi pendukung kedua tim tampak memasuki kota Blitar dan bersuaha mendatangi arah stadion. Menurut laporan Antara, pendukung Persebaya dan Arema mulai datang ke Blitar sejak pagi. Semakin sore, jumlah massa semakin banyak. Kedua belah pendukung sempat bertemu salah satunya di sekitar pasar hewan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, sehingga bentrok tidak dapat dihindarkan. Sejumlah kendaraan dibakar massa. Bahkan, terdapat mobil yang juga tak luput dari aksi pengrusakan. Kaca mobil pecah akibat hantaman benda.

    • Sepanjang dan seusai laga, twitter sempat banyak diwarnai keluhan netizen, yang tampaknya merupakan warga Blitar. Mereka menyatakan kekecewaannya dengan dengan ulah suporter. "Apa ga malu mereka itu cuma numpang di Kota kita tapi bikin rusuh? Apa mereka ga tau kalo Blitar itu tempat peristirahatan Presiden pertama kita? Ngresahin masyarakat Blitar juga, ga ada yang berani keluar rumah," demikian antara lain cuit pemilik akun @kjy_2016. Banyak cuitan serupa dari warganet lain, yang antara lain menyertakan foto-foto suasana sesuai bentrok antarsuporter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.