PON 2020: Benarkah Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Pendamping?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintasi kawasan proyek pembangunan Venue Hockey dan Kriket di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat 24 Januari 2020. Menko PMK beserta rombongan meninjau persiapan sarana dan prasarana PON XX 2020 seperti Venue Hockey dan Kriket, Wisma Atlit serta stadion Utama Papua Bangkit. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

    Pekerja melintasi kawasan proyek pembangunan Venue Hockey dan Kriket di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat 24 Januari 2020. Menko PMK beserta rombongan meninjau persiapan sarana dan prasarana PON XX 2020 seperti Venue Hockey dan Kriket, Wisma Atlit serta stadion Utama Papua Bangkit. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan belum ada keputusan soal wacana soal Jawa Timur menjadi tuan rumah pendamping PON 2020 sekaligus menjadi venue pertandingan 10 cabang olahraga yang dicoret.

    Menurutnya, keputusan dipertandingkannya 10 cabang olahraga yang dicoret itu tetap berada di tangan Ketua Umum PB PON sekaligus Gubernur Papua Lukas Enembe.

    "Tentang 10 cabor ini sebenarnya belum ada keputusan kita tentang Jatim. Saya tidak tahu dari mana tiba-tiba muncul (Jatim). Yang ada adalah beberapa daerah mengusulkan, tapi yang sangat bersemangat adalah Jatim," kata Zainudin di Kantor Kemenpora, Selasa.

    Zainudin meminta kepada masyarakat supaya sabar menunggu keputusan soal 10 cabang tersebut. Kemenpora saat ini juga sedang menunggu konfirmasi dari Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Ketua Umum PB PON.

    Namun ia menegaskan siapapun nanti yang akan menjadi tuan rumah pendamping PON 2020 agar tidak membangun venue baru dan membiayainya secara mandiri. Alasannya karena Kemenpora telah memutuskan mengeluarkan anggaran hanya untuk 37 cabang olahraga saja.

    "Soal penyelenggaraannya di mana silakan tidak usah di Jawa Timur. Tetapi jangan membangun venue baru dan silakan secara swadaya membiayai iu. Jatim juga sebenarnya tidak ngotot. Ditunjuk oke, tidak juga tidak apa-apa. Tetapi kalau secara kriteria, Jatim sangat memenuhi syarat karena tidak harus membangun venue kemudian pembiayaan ditanggung sendiri," ujarnya.

    Hingga saat ini, Menpora memastikan 37 cabang olahraga dipastikan digelar di Papua, sementara venue untuk 10 cabang lainnya belum diputuskan.

    Namun kemudian Provinsi Jawa Timur tiba-tiba muncul menjadi satu-satunya kandidat yang disebut akan menjadi venue pertandingan 10 cabang olahraga ini. Usul tersebut lantas langsung ditolak oleh Gubernur Papua melalui suratnya.

    Menpora pun langsung terbang ke Papua untuk menemui Gubernur Papua sekaligus Ketua Umum PB PON Lukas Enembe pada 14 Februari lalu untuk membicarakan masalah 10 cabang tersebut. Namun ternyata Lukas Enembe sedang tidak berada di Papua.

    Kesepuluh cabang yang dicoret di PON 2020 tersebut adalah balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball.
    O

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.