Buntut Tudingan Sewa Buzzer, Presiden Barcelona Temui Pemain

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bintang Barcelona Lionel Messi, berjabat tangan dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu saat menandatangani kontrak baru di Barcelona, 25 November2017. German Parga/FC Barcelona/Handout via REUTERS

    Bintang Barcelona Lionel Messi, berjabat tangan dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu saat menandatangani kontrak baru di Barcelona, 25 November2017. German Parga/FC Barcelona/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu akan mengadakan pertemuan pada Rabu sore waktu setempat dengan tim utama untuk memberikan klarifikasi dugaan yang mengklaim bahwa petinggi-petinggi klub saat ini menyewa buzzer atau perusahaan humas (PR) untuk menjelek-jelekan pemain dan legenda klub sendiri, menurut laporan Marca pada Rabu.

    Setelah tereliminasi dari Piala Super Spanyol dan Copa del Rey, pemecatan Ernesto Valverde dan perselisihan antara Messi dan Abidal, fans Barcelona kembali mendapatkan skandal baru yang mengejutkan dari klub mereka.

    Quique Setien akan memimpin sesi latihan skuat Blaugrana pada Rabu sore dan bertemu dengan para petinggi klub seperti Guillermo Amor, Abidal dan Ramon Planes berada di dalam kantor klub bersama Ali Dursun, agen pemain Leganes Martin Braithwaite.

    Pemain asal Denmark tersebut dikabarkan menjadi kandidat kuat penyerang anyar Barcelona untuk menggantikan Ousmane Dembele, yang dipastikan absen selama enam bulan karena cedera otot.

    Barcelona telah membantah kabar bahwa mereka menyewa jasa perusahaan humas, i3 Ventures untuk membuat akun media sosial yang menjelek-jelekan mereka yang menentang Bartomeu. Presiden Barcelona tersebut sudah mampir ke sejumlah fasilitas klub pada Rabu pagi menjelang pembicaraan dengan para pemain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.