Liga 1 2020: Subsidi Klub Naik, Persipura-Persiraja Diberi Lebih

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Persipura melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persela Lamongan pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 15 September 2019. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Para pemain Persipura melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persela Lamongan pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 15 September 2019. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri memastikan bahwa setiap klub peserta Liga 1 Indonesia 2020 mendapatkan subsidi sebesar Rp 5,2 miliar.

    “Di Liga 1 Indonesia 2020, setiap klub mendapatkan subsidi Rp5,2 miliar. Namun, khusus Persiraja dan Persipura yang secara geografis jauh, kami menambahkan Rp 500 juta menjadi Rp 5,7 miliar,” ujar Cucu setelah memimpin rapat manajer tim Liga 1 Indonesia 2020 di Jakarta, Rabu.

    Dia melanjutkan, jumlah tersebut meningkat dari subsidi musim sebelumnya yakni Rp 5 miliar per klub.

    Selain subsidi untuk operasional, klub-klub Liga 1 2020 juga mendapatkan bantuan untuk para pemain muda yang akan bermain di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1.

    Akan tetapi, menurut Cucu, jumlahnya belum ditetapkan oleh LIB. Pada Liga 1 2019, setiap tim peserta mendapatkan Rp 2,5 miliar untuk EPA.

    “Itu akan kami koordinasikan dahulu ke PSSI. Kami mengupayakan ada peningkatan,” kata Cucu.

    Meski memberikan subsidi yang lebih besar dari tahun sebelumnya, Cucu menegaskan bahwa pihaknya tetap berusaha untuk melunasi utang-utang ke klub yang masih tertunggak sejak tahun 2018. "Kami akan terus mencicil utang tersebut,” tutur dia.

    Liga 1 2020 berlangsung mulai 29 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 31 Oktober 2020. Ada 18 tim peserta Liga 1 2020, termasuk tiga klub promosi dari Liga 2 2019 yakni Persik Kediri, Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.