3 Catatan Robert Alberts Setelah Persib Ditahan Persikabo 0-0

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robert Rene AlbertsPERSIB.co.id/Gregorius A.K

    Robert Rene AlbertsPERSIB.co.id/Gregorius A.K

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung hanya mampu bermain imbang tanpa gol dalam laga uji coba melawan Persikabo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat 21 Februari 2020.

    Pelatih Persib, Robert Alberts, menyampaikan beberapa hal setelah laga itu, seperti dikutip laman Persib dan wawancara Persib TV.

    Pertama, ia masih melihat kelemahan di timnya. "Kami bermain dengan tempo sedikit pelan hari ini. Kami membuat Persikabo mampu kembali," kata dia.

    Ia menduga kondisi rumput yang masih terlalu tinggi membuat laju bola tidak begitu cepat seperti biasanya kami melakukan latihan atau game sebelumnya.

    Kedua, ia juga melihat perkembangan positif di timnya. "Hasilnya memang 0-0. Tapi kami menciptakan banyak peluang dari permainan terbuka ataupun skema bola mati. Setidaknya ada empat sampai lima peluang bagus tadi," kata pelatih asal Belanda ini.

    Ia pun mengaku senang karena pemain tetap menampilkan peningkatan di laga tersebut. "Secara keseluruhan saya senang dengan performa pemain. Ada tekanan yang cukup kuat dari lawan. Tapi pemain bisa menjaga bola dengan cukup baik," kata dia lagi.

    Ketiga, Robert merasa persiapan timnya kini lebih baik dibanding musim lalu. Banyak laga uji coba yang dilakukan sehingga para pemain pun lebih terasah.

    Ia pun menyatakan timnya sudah siap memulai kompetisi Liga 1. "Tak pernah ada tim yang pernah siap 100 persen di awal kompetisi. Mereka baru menemukan ritme setelah empat atau lima laga. Tapi, kami sudah siap. Kondisi tim baik, pemain juga baik," kata dia.

    Persib Bandung akan menghadapi Persela Lamongan dalam laga pertama Liga 1. Pertandingan akan berlangsung 1 Maret di Bandung.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.