Deontay Wilder Vs Fury Bisa Dilihat di TVRI dan Mola TV Besok

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyson Fury melontarkan jab kiri ke wajah Deontay Wilder dalam duel tinju dunia pertama mereka di Los Angeles, 1 Desember 2018. (Esther Lin/Showtime)

    Tyson Fury melontarkan jab kiri ke wajah Deontay Wilder dalam duel tinju dunia pertama mereka di Los Angeles, 1 Desember 2018. (Esther Lin/Showtime)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan tinju dunia antara pemegang gelar juara dunia kelas berat WBC Deontay Wilder vs Tyson Fury akan digelar Sabtu, 22 Februari 2020 di Las Vegas, AS.

    Pertadindangan paling ditunggu di awal tahun ini, bisa disaksikan di TVRI pada  Minggu pagi WIB, 23 Februari 2020 mulai pukul 09.00.

    Pertandingan ini juga akan disiarkan live oleh Mola TV, mulai 09.00 WIB, diawali partai-partai tambahan. Penonton perlu mengunduh lebih dulu aplikasi Mola TV agar bisa nonton secara mobile dengan gratis.

    Deontay Wilder, 34 tahun, adalah pemegang sabuk juara kelas berat versi WBC. Petinju Amerika ini memiliki rekor 42-1 (41 KO). Tyson Fury, penantangnya yang berusia 31 tahun, berasal dari Inggris dan memiliki rekor 29-1 (20 KO).

    Duel nanti menjadi rematch, setelah sebelumnya bentrok keduanya berakhir seri pada  2018. Kala itu, Wilder sempat dua kali memukul jatuh Fury. Namun lawannya itu bangkit lagi dan bertahan bahkan mendominasi hingga akhir.

    Setelah pertarungan pertama melawan Wilder, Tyson Fury memenangi dua laga sepanjang 2019, yakni melawan Tom Schawrz dan Otto Wallin. Ia juga berusaha membenahi persiapannya. Antara lain memakai pelatih baru, Javan Sugar Hill Steward untuk menggantikan pelatih lamanya, Ben Davison.

    Wilder sendiri mampu menang KO dalam dua pertarungan berikutnya setelah melawan Tyson Fury . Ia mengalahkan Dominic Breaceale dan Luis Ortiz.

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.