Kalah TKO dari Fury, Deontay Wilder Kecewa Timnya Lempar Handuk

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder dan Tyson Fury dalam jumpa pers di Los Angeles pada Senin 13 Januari 2020, menjelang laga tinju dunia kelas berat WBC yang akan digelar di Las Vegas pada 22 Februari 2020. (Mikey Williams/Top Rank)

    Deontay Wilder dan Tyson Fury dalam jumpa pers di Los Angeles pada Senin 13 Januari 2020, menjelang laga tinju dunia kelas berat WBC yang akan digelar di Las Vegas pada 22 Februari 2020. (Mikey Williams/Top Rank)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju asal Amerika, Deontay Wilder, kehilangan gelar juara dunia kelas berat WBC yang semula digenggamnya. Ia kalah TKO di ronde ketujuh saat menghadapi Tyson Fury, asal Inggris, dalalam duel ulangan tinju dunia di Las Vegas, Amerika Serikat, Ahad, 23 Februari 2020.

    Wilder, 34 tahun, menderita kekalahan pertama dalam kariernya. Rekor bertandingnya kini menjadi menjadi 42-1-1 (41 KO).

    Ia sempat dijatuhkan Fury pada ronde ketiga dan kelima. Telinganya juga berdarah sejak ronde ketiga. Timnya akhirnya melempar handuk pada ronde ketujuh.

    Wilder kecewa dengan putusan timnya. Ia juga mengaku bertarung dengan kaki yang cedera.

    "Tim saya lempar handuk, padahal saya masih siap bertempur demi sabuk saya. Saya berharap tim saya mengijinkan saya, saya adalah seorang pejuang," kata dia.
    Wilder melanjutkan, "Saya mengalami banyak hal sebelum duel ini. Kaki saya sudah cedera karena sebab lain. Itulah yang terjadi. Tapi, saya tak mencari alasan."

    Wilder mengakui Fury tampil bagus dalam duel itu.  "Dia menunjukkan tampil hebat, tapi saya akan kembali dengan lebih kuat," kata dia.

    Meski kalah, Wilder masih mungkin merebut kembali sabuknya. Dalam kontrak duel kedua melawan Tyson Fury ini ada klausul untuk pertarungan ketiga. Ia hanya perlu mengantifkan klausul itu untuk menjalani tarung ulang.

    BOXING NEWS24 | BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.