Biaya Promosi Tuan Rumah Olimpiade 2032 Rp 200 M Tunggu Jokowi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar konferensi pers bersama Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden OCA Fahad Al-Sabah di Istana Bogor, Jawa Barat, 1 September 2018. Presiden Jokowi menyatakan Indonesia segera mengajukan diri sebagai tuan rumah olimpiade 2032. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar konferensi pers bersama Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden OCA Fahad Al-Sabah di Istana Bogor, Jawa Barat, 1 September 2018. Presiden Jokowi menyatakan Indonesia segera mengajukan diri sebagai tuan rumah olimpiade 2032. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memerlukan biaya Rp 200 miliar untuk promosi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Biaya sebesar itu akan digunakan membangun Rumah Indonesia di sekitar Wisma Atlet Olimpiade Tokyo 2020.

    Ketua KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan tim bidding Olimpiade 2032 Indonesia bakal menjadikan Olimpiade Tokyo sebagai sarana kampanye. "Kita butuh dana kisaran Rp 200 miliar," kata Oktohari di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Dana sebesar Rp 200 miliar, kata Oktohari, digunakan untuk membuat bangunan di atas lahan seluas 1.500 meter persegi. Menurut dia, Rumah Indonesia sebagai sarana kampanye berada di lokasi strategis antara wisma atlet dengan pusat perbelanjaan peralatan olahraga. "Panitia Olimpiade 2020 menyiapkan lokasinya di situ," kata dia.

    Raja Sapta yang juga Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) mengatakan masih menunggu rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi untuk penentuan alokasi anggaran. Ia menyebutkan ratas diagendakan pada pekan depan. "Kita sudah ajukan surat. mudah-mudahan minggu depan," kata dia.

    Menurut Raja Sapta, ketika pemerintah menyetujui alokasi anggaran maka langsung dilakukan pembangunan fisik. Ia menjelaskan proses pembangunan butuh waktu sekitar dua bulan dan harus segera rampung sebelum pagelaran Olimpiade Tokyo pada 24 Juli-9 Agustus 2020.

    "Kita akan teruskan sampai Paralimpik 2020, bulan Mei harus sudah kelar. Di sana bangun tidak sulit yang sulit izinnya. Kita bikin seringkas dan seefektif mungkin," katanya.

    Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menyebutkan pengelolaan Rumah Indonesia itu bakal dilakukan oleh Kementerian Pariwisata atau Kementerian Perdagangan. Raja Sapta mengatakan masih membahas peralatan promosi yang bakal dihadirkan di Rumah Indonesia pada Olimpiade 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.