Promotor Lebih Suka Tyson Fury Hadapi Joshua Dibanding Wilder

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Tyson Fury saat menuju ring saat akan melawan Braun Strowman dalam pertandingan gulat WWE Crown Jewel di  King Fahd International Stadium, Riyadh, Arab Saudi, 31 Oktober 2019.  REUTERS/Ahmed Yosri

    Gaya Tyson Fury saat menuju ring saat akan melawan Braun Strowman dalam pertandingan gulat WWE Crown Jewel di King Fahd International Stadium, Riyadh, Arab Saudi, 31 Oktober 2019. REUTERS/Ahmed Yosri

    TEMPO.CO, Jakarta - Frank Warren yang menjadi promotor juara dunia kelas berat WBC Tyson Fury mengatakan, ia lebih suka petinjunya menghadapi juara dunia kelas berat tiga versi Anthony Joshua dibanding tanding ulang melawan Deontay Wilder.

    Namun keinginan itu harus dipendam karena Wilder menggunakan opsi tarung ulang melawan Fury.

    Wilder dihentikan oleh petinju Inggris tersebut pada tarung ulang pertama Sabtu, 22 Februari 2020 di Las Vegas, tetapi klausul dalam kontrak tarung ulang itu juga memuat opsi bahwa Wilder berhak meminta tarung ulang lainnya.

    Wilder sudah menyatakan akan memanfaatkan opsi tarung ulang.

    "Saya memilih langsung bertemu Joshua, tetapi begitulah kontraknya," kata dia seperti dikutip BBC, Rabu, 26 Februari 2020.

    Berbicara kepada BBC Radio 5, Warren menambahkan, "Itu semestinya merupakan kehormatan kecuali kami bisa mencapai kesepakatan untuk mengesampingkannya. Kami bisa saja membayar dia untuk melewatkannya jika dia ingin melakukan itu, tetapi itu pilihan dia."

    Fury dan Deontay Wilder menggelar tarung ulang pertama setelah seri pada Desember 2018. Fury akhirnya merebut gelar WBC dari Wilder pada tarung ulang pertama itu.

    Wilder mempunyai waktu 30 hari sejak Sabtu lalu saat dikalahkan untuk mengaktifkan klausa tarung ulang dalam kontrak laga itu.

    Warren menduga motivasi Wilder untuk menantang Fury adalah uang dan karena masih yakin bisa mengalahkan Fury.

    Warren mengatakan jika Wilder bersikeras untuk tarung ulang, maka kubu Fury siap meladeninya. "Saya tadinya ingin pertarungan ulang itu akhir tahun ini saja, mengingat Anthony Joshua tak bisa dikalahkan oleh siapa pun."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.