Reaksi Valentino Rossi Soal Pembatalan MotoGP karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Yamaha Valentino Rossi. Reuters

    Pembalap Yamaha Valentino Rossi. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi menanggapi pembatalan MotoGP Qatar dan penundan seri Thailand alam waktu yang belum ditentukan karena wabah virus corona. MotoGP pertama kemungkinan baru mulai di Austin, Amerika Serikat, pada 3-5 April nanti, meski belum pasti.

    "Ini benar-benar buruk," kata Rossi. "Sungguh disayangkan.. Setelah menjalani latihan musim dingin, kami siap memulai musim ini, baik secara fisik maupun psikologus. Setelah tes di Qatar, saya benar-benar ingin memulai balapan pertama."

    "Pembatalan balapan MotoGP Qatar adalah berita yang sulit untuk diambil, bagi para penggemar juga, sekarang kami tidak tahu berapa lama harus menunggu sebelum bisa memulai balap," tutur pembalap Yamaha ini.

    Pembalap asal Italia ini menambahkan, "Ini tentu waktu yang lama mengingat GP berikutnya di Thailand telah ditunda untuk semua kelas. Saya berharap semuanya akan menjadi lebih baik dalam beberapa pekan ke depan."

    MotoGP Qatar yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan depan dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan setelah pemerintah setempat memberlakukan pembatasan pengunjung dari Italia karena merebaknya virus corona.

    Setelah MotoGP Qatar dibatalkan, berikutnya MotoGP Thailand yang dijadwalkan pada 22 Maret juga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Menteri Kesehatan Masyarakat, Anutin Charvirakul, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Thailand, mengumumkan soal keputusan itu, seperti dilaporkan Bangkok Post.

    "Kami perlu menunda Grand Prix Thailand 2020 di Buriram yang dijadwalkan akhir Maret untuk waktu yang belum ditentukan karena Covid-19 telah dinyatakan sebagai penyakit menular berbahaya telah memberikan dampaknya ke seluruh dunia," kata Charnvirakul.

    "Ini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Perdana menteri telah memberi tahu tentang hal ini," Rossi menambahkan.

    CRASH NET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.