Main di Jakarta, Tim Piala Davis Kenya Tak Cemaskan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christopher Rungkat. (instagram/@christorungkat)

    Christopher Rungkat. (instagram/@christorungkat)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten tim Piala Davis Kenya, Rosemary Owino, tidak mencemaskan virus corona di Indonesia, menjelang pertandingan playoff Grup 2 Dunia melawan tuan rumah pada Jumat dan Sabtu, 6 dan 7 Maret 2020.

    "Tingkat kebersihan di sini sangat tinggi. Maka kami merasa aman," kata Rosemary saat ditemui pada konferensi pers praundian di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Tim Kenya datang ke Indonesia dengan modal semangat yang baik. Mereka sedikit lebih unggul dengan menduduki peringkat 63 dunia. Sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-65.

    Tetapi selain sebagai tuan rumah, tim Indonesia juga memiliki sedikit keuntungan lain, yakni pertandingan akan dimainkan di lapangan keras  Kenya sendiri lebih terbiasa bermain di lapangan tanah liat.

    Karena itu,  Rosemary tetap mewaspadai kekuatan tim Indonesia, yang kali ini akan diperkuat Christopher Rungkat.

    "Anda punya tim yang kuat. Kami datang untuk bertanding. Pada akhirnya kami akan bertemu di lapangan, siapa yang kuat itu yang menang," ucapnya diplomatis.

    Untuk pertandingan akhir pekan nanti, Kenya menyiapkan empat petenis yakni Ismael Changawa, Albert Njogu, Ibrahim Kibet, dan Kevin Cheruiyot.

    Kenya akan memainkan pertandingan melawan Indonesia setelah mereka memenangi empat dari lima pertandingan Grup 3 Afrika tahun lalu, yakni melawan Uganda, Mozambique, Aljazair, dan Benin. Kenya hanya kalah dari Namibia.

    Piala Davis tahun ini menggunakan format baru yang mempertemukan tim-tim dari berbagai benua. "Dari sisi olahraga, kami sekarang punya lebih banyak kompetisi dan lebih banyak event," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.