Panahan Menargetkan Tambahan Tiket Olimpiade di Turnamen Berlin

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan Riau Ega Agatha. (instagram/@riauega)

    Atlet panahan Riau Ega Agatha. (instagram/@riauega)

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Illiza Sa'addudin Djamal, mengatakan segera memanggil delapan orang atlet mengikuti pemusatan latihan nasional pada April 2020. Anggota Komisi X DPR ini mengatakan mereka diproyeksikan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Berlin pada Juni 2020. "Jadi ada delapan atlet yang sudah dianalisis oleh tim," kata Illiza, Kamis, 5 Maret 2020.

    Mantan Walikota Banda Aceh ini mengatakan panahan telah mengantongi dua tiket Olimpiade 2020 melalui Diananda Choirunisa dan Riau Ega. Ia bertambah kouta atlet yang lolos ke Olimpiade itu bisa bertambah di kejuaraan dunia. "Di Berlin ini ada kesempatan dapat tiga, kalau nanti bisa dapat tiga. Di Tokyo kita punya kesempatan untuk ikut nomor beregu, itu targetnya," ungkap dia.

    Sebelumnya, atlet panahan putra Indonesia, Riau Ega Agatha, telah mengantongi satu tiket di nomor recurve perorangan Olimpiade 2020 Tokyo. Tiket itu didapatkan setelah atlet berusia 28 tahun ini meraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta. "Dapat kuota di Asian Games," kata dia.

    Menurut Ega, tiket itu didapatkan setelah atlet Korea Selatan,  Kim Woojin dan Lee Wooseok, yang sebelumnya mendapatkan emas dan perak Asian Games juga mendapatkan tiket Olimpiade dari Kejuaraan Dunia di Belanda pada Juni 2019.

    Ia mengatakan kedua atlet Korea Selatan itu meraih kuota Olimpiade dari nomor beregu. "Jadi kuotanya digeser ke saya untuk Asian Games karena kuota tidak bisa double," kata dia.

    Setelah meraih tiket panahan Olimpiade, Ega masih menargetkan bisa meraih tiket nomor beregu pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Berlin pada Juni mendatang. Untuk Olimpiade 2020 Tokyo, ia menargetkan bisa menyumbangkan medali bagi kontingen panahan Indonesia. "Kalau bisa sih medali emas," ucapnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.