Anggaran Tambahan PON 2020 Rp 2,3 T, Pemprov Diminta Buat Rincian

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintasi kawasan proyek pembangunan Venue Hockey dan Kriket di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat 24 Januari 2020. Menko PMK beserta rombongan meninjau persiapan sarana dan prasarana PON XX 2020 seperti Venue Hockey dan Kriket, Wisma Atlit serta stadion Utama Papua Bangkit. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

    Pekerja melintasi kawasan proyek pembangunan Venue Hockey dan Kriket di Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat 24 Januari 2020. Menko PMK beserta rombongan meninjau persiapan sarana dan prasarana PON XX 2020 seperti Venue Hockey dan Kriket, Wisma Atlit serta stadion Utama Papua Bangkit. ANTARA FOTO/Indrayadi TH

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mengatakan bahwa pemerintah pusat meminta kepada Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) untuk mendetailkan kebutuhan anggaran tambahan untuk penyelenggaraan PON 2020.

    Permintaan anggaran yang diusulkan oleh Pemprov Papua sebesar Rp 2,3 triliun. "PB PON diminta segera menyelesaikan seluruh rincian kebutuhan secepatnya dalam minggu ini," kata dia seusai rapat koordinasi persiapan PON Papua di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

    Menurut dia, pemerintah juga telah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Pemprov Papua. Koordinasi itu, kata Muhadjir meliputi tenaga kesehatan, konsumsi atlet, dan pengawasan doping.

    Ia juga mengatakan bahwa TNI dan Polri sudah menyiapkan personel untuk pengamanan penyelenggaraan sampai penutupan PON 2020 di Papua.

    Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan permintaan Rp2,3 triliun oleh Pemprov Papua untuk PON 2020 masih dikaji sejumlah pihak termasuk Kemenpora.

    Menurut Zainudin, pihaknya belum bisa memastikan permintaan itu dikabulkan atau tidak. "Saat ini masih sedang dalam review. Kami hati-hati betul soal ini. Tim review bukan hanya dari Kemenpora, tapi juga melibatkan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," ujar Zainudin.

    Menpora menjelaskan sejumlah aspek tengah diteliti tim pengkaji permintaan tambahan dana tersebut. Salah satunya meneliti kebutuhan dana oleh Pemprov Papua itu.

    "Kami masih review kebutuhan dan kekurangan dananya itu untuk apa. Sehingga saya belum bisa memberi penjelasan soal permintaan itu," ungkap dia.

    Rencananya, PON 2020 Papua berlangsung pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 yang diikuti 6.442 atlet pada 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga, dan 679 nomor pertandingan.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.