Bolt Kawinkan Emas Sprint

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Beijing: BEIJING - Usain Bolt mengukir sejarah baru di nomor lari 200 meter putra. Bolt meraih medali emas dengan catatan waktu 19,30 detik. Ia memecahkan rekor dunia atas nama Michael Johnson dari Amerika Serikat di Atlanta 1996 dengan catatan waktu 19,32 detik.

    Dengan demikian, Bolt menjadi atlet kedua setelah Carl Lewis dari Amerika pada 1984 yang mampu mengawinkan emas nomor sprint 100 dan 200 meter putra di Olimpiade.

    Johnson sempat menyatakan pemecahan rekornya tidak akan terjadi tahun ini. "Saya yakin Bolt sangat mampu memecahkan rekor, tapi menurut saya dia tidak akan melakukannya saat ini," katanya.

    Johnson mengakui Bolt memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. "Hasil yang sangat memukau di nomor 100 meter itu sangat jarang terjadi," katanya. Bahkan, kata dia, Bolt mampu menyelesaikan dengan curahan tenaga yang tidak terlalu maksimal.

    Namun, Johnson tetap yakin akan sangat sulit bagi Bolt memecahkan rekor saat ini. Menurut dia, dengan berlaga di dua nomor sekaligus, pasti fokus Bolt tidak terlalu maksimal. "Nomor ini tidak membutuhkan kecepatan semata, tapi juga teknik berlari yang harus tepat," katanya.

    Johnson memprediksi Bolt tetap akan berlari lebih cepat daripada catatan waktu terbaiknya. Bolt membukukan waktu 19,67 detik di nomor 200 meter dalam Kejuaraan Grand Prix di Athena tahun ini. Tapi ternyata fakta berbicara lain, Bolt mampu membuktikan bahwa waktu pemecahan rekor itu tidak perlu menunggu waktu lebih lama.

    Sebelumnya, Bolt membuat prestasi yang juga tak kalah mencengangkan. Rekor dunia dibuatnya di nomor 100 meter. Bolt menjadi orang pertama yang mampu menembus angka 9,70 detik. Bolt membukukan catatan waktu 9,69 detik, memperkecil catatan yang dia buat sebelumnya. AFP | TELEGRAPH | EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?