Formula E Jakarta Ditunda, Anies: Commitment Fee Tidak Hangus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana balapan Formula One F1 Grand Prix Cina 2019 di Shanghai, 14 April 2019. Para penggemar adu kecepatan jet balap di negara Tirai Bambu harus gigit jari karena F1 GP Cina 2020 telah ditunda, sementara di Bahrain akan digelar tanpa penonton.  REUTERS/Aly Song

    Suasana balapan Formula One F1 Grand Prix Cina 2019 di Shanghai, 14 April 2019. Para penggemar adu kecepatan jet balap di negara Tirai Bambu harus gigit jari karena F1 GP Cina 2020 telah ditunda, sementara di Bahrain akan digelar tanpa penonton. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan commitment fee Rp 350 miliar yang telah dibayarkan untuk Formula E tidak hangus meski DKI menunda ajang kebut-kebutan mobil listrik itu.

    "Tidak ada yang hangus. Kalau dari sisi biaya tidak ada yg hangus," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu 11 Maret 2020.

    Anies mengatakan keputusan menunda ajang balap mobil bertenaga baterai diambil demi alasan peningkatan kewaspadaan atas penularan virus Corona atau COVID-19 dengan membatasi ruang interaksi di ruang publik.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut kondisi di beberapa kasus negara lain yang tingkat penyebaran virus corona tinggi terjadi akibat tidak mengetatkan kewaspadaan dari awal. Selain itu, risiko penularan corona dalam ajang Formula E akan sangat tinggi. Banyak wisatawan luar negeri akan menghadiri ajang itu.

    "Apa lagi kegiatan Formula E ini adalah kegiatan yang mendatangkan wisatawan luar negeri, risiko mungkin terjadi terlalu besar bagi Jakarta," ujarnya.

    Ia mengatakan Pemerintah DKI Jakarta tidak ingin mengorbankan keselamatan warga hanya demi dampak perekonomian dari ajang formula E. "Memang Formula E ini punya dampak ekonomi yang besar, bila punya risiko untuk warga maka kita tunda," ujarnya.

    Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo mengajukan anggaran untuk penyelenggaraan Formula E berupa penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 767 miliar.

    Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto mengatakan PMD tersebut diajukan dalam Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di APBD DKI Jakarta tahun 2020.

    "Itu terbagi dua, pertama untuk infrastruktur Rp 344 miliar, kemudian untuk bank garansi Rp 423 miliar," ujar Dwi di Hotel Novotel, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.

    Menurut Dwi, dana infrastruktur Rp 344 miliar tersebut bakal digunakan untuk pengaspalan jalan, membuat barrier dan pagar. Sedangkan duit Rp 423 untuk bank garansi disebut nantinya akan kembali diterima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu.

    Dwi mengatakan bahwa ajang Formula E akan membawa dampak ekonomi langsung dengan nilai yang tidak sedikit, yakni antara Rp 500-600 miliar. Salah satunya dapat dihitung dari kedatangan sekitar 2 ribu anggota tim FEO Formula E Operations (FEO) di Jakarta.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.