Praveen / Melati Masuk Karantina, Ini Protokol PBSI Cegah Corona

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti memberikan salam

    Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan (kiri) dan Melati Daeva Oktavianti memberikan salam "namaste" kepada lawannya seusai final All England 2020 di Birmingham Arena, Inggris, Ahad, 15 Maret 2020. Sebelumnya, Praveen meraih gelar turnamen ini bersama Debby Santoso pada 2016. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta- Pengurus Pusat PBSI mengambil sejumlah kebijakan untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

     

    Tingginya mobilitas penghuni pelatnas membuat PBSI harus bekerja lebih ekstra dalam melindungi para atlet dan karyawan dari wabah virus Corona yang kini sudah menjadi pandemi di seluruh dunia.


    Salah satunya dengan melakukan isolasi mandiri bagi tim All England 2020 yang baru saja kembali dari Birmingham, Inggris. Sebanyak 24 atlet pelatnas, pelatih dan tim ofisial akan melakukan isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung selama 14 hari. 

     

    "Dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan pemain serta tim ofisial, maka semua yang dari luar negeri, khususnya negara yang terdapat outbreak Covid-19, harus menjalani self isolation," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto yang juga merupakan Chef de Mission tim Indonesia di All England 2020 melalui keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2020.

     

    Menurut Budiharto, atlet yang baru pulang dari Inggris akan dapat program latihan khusus selama masa isolasi mandiri. "Untuk jadwal dan pengaturannya masih kami diskusikan," ucap Budiharto yang mendampingi Jonatan Christie dan kawan-kawan di Birmingham. 

     

    Tim pertama tiba dari Birmingham semalam, Minggu, 15 Maret 2020 dan sudah diisolasi di asrama Pelatnas Cipayung. Tim kedua akan tiba Selasa, 17 Maret 2020, terdiri dari empat atlet yang berlaga di final All England 2020 yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon beserta tim ofisial. 

     

    PP PBSI juga memutuskan bahwa tahun ini tidak ada tradisi penyambutan juara All England 2020 di bandara Soekarno-Hatta. Indonesia meraih satu gelar juara dari ajang bergengsi tersebut lewat ganda campuran Praveen / Melati. Seluruh aktivitas wawancara langsung dengan media di dalam dan luar pelatnas juga sementara ditunda hingga para atlet selesai masa isolasi mandiri.  

     

    Seiring terus bertambahnya kasus Covid-19 di Tanah Air, PP PBSI memperketat aturan di kawasan pelatnas. Di antaranya adalah bahwa atlet pelatnas sama sekali tidak diperbolehkan keluar area pelatnas, termasuk di hari Rabu, Sabtu dan Minggu, kecuali ada keperluan mendesak dan selain mendapat izin dari pelatih, juga harus mengantongi izin dari dokter PBSI. 

     

    PP PBSI juga menutup akses pelatnas bagi semua tamu sampai dua pekan ke depan. Hal ini dijelaskan dalam Surat Edaran nomor 158/0.5/III/2020 yang diterbitkan PP PBSI pada hari ini perihal Peraturan Pencegahan Covid-19. 

     

    Kegiatan atlet juga dibatasi pada latihan dan istirahat di asrama. Dalam sebulan ke depan, seluruh turnamen nasional dan internasional resmi dibatalkan. Program latihan atlet hingga hari ini tetap berjalan seperti biasa. 

     

    Khusus bagi tim All England, selama masa isolasi akan tetap menjalani latihan, dengan catatan bahwa mereka akan menggunakan lapangan, fasilitas dan jadwal latihan yang terpisah dari atlet pelatnas yang lain. PBSI juga akan menentukan SOP penggunaan ruang gym, termasuk pengaturan jadwal latihan dan sterilisasi ruangan dan alat fitness menggunakan disinfektan.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.