Bersepeda Dilarang di Spanyol, Pelanggar Bisa Didenda Rp 50 Juta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Balap Sepeda. Antara/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi Balap Sepeda. Antara/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan bersepeda, termasuk untuk tujuan rekreasi, kini terlarang di Spanyol menyusul pandemi virus corona. Para pelanggar aturan ini bisa dikenai denda hingga Rp 50 juta.

    Larangan serupa sebelumnya juga sudah diterapkan di Italia, negara Eropa paling parah terpukul virus corona. Di Spanyol, larangan itu berlaku selama 15 hari, dimulai 14 Maret.

    Larangan bersepeda itu tak lepas dari merebaknya serangan virus corona. Kegiatan di luar ruangan, terutama yang melibatkan banyak orang, dianggap rentan terhadap penularan COVID-19. Kegiatan bersepeda juga dianggap riskan dan berpotensi membebani sistem medis di negara itu yang sudah kerepotan menangani pasien corona.

    "Tetap di rumah dan sisihkan sepeda itu," kata Carlos Mascias, direktur rumah sakit swasta di Madrid. “Ini untuk meminimalkan dampak pada sumber daya layanan medis yang tengah diarahkan untuk menangani virus corona. Jika ada pengendara sepeda mengalami kecelakaan dan membutuhkan ambulans atau tempat tidur dalam perawatan intensif, kami mengambilnya dari orang-orang yang benar-benar membutuhkannya, yang sekarang tiba secara massal ke rumah sakit (penderita corona)."

    Larangan itu benar-benar ditegakkan dengan didukung tilang dari pihak kepolisian. Media Spanyol, El Pais, melaporkan bahwa denda bagi pelanggar aturan ini bervariasi mulai 100 euro (Rp 1,6 juta) hingga 3.000 euro (Rp 50 juta).

    Katie Hudson, warga Kanada yang tengah berada di Barcelona, sempat membagikan foto di akun twitternya yang menunjukkan dua pengendara sepeda sedang ditilang polisi.

    Larangan ini menjadi masalah bagi para atlet. Saat ini ada sekitar 100 atlet balap sepeda pria dan wanita internasional yang tinggal di Spanyol, terutama di sekitar wilayah Girona, Catalunya. Mereka merasa dirugikan dengan adanya larangan itu.

    Pembalap Astana, Gorka Izagirre, mengaku sudah meminta klarifikasi tentang masalah ini. “Kami berhubungan dengan ACP (Asosiasi Pengendara Sepeda Profesional) dan diberitahu apakah kami bisa keluar karena itu adalah profesi kami. Tetapi kami tidak memiliki dokumen resmi apa pun yang menjamin kami apa pun, " kata dia.

    Mantan pembalap sepeda Spanyol, Pedro Delgado, sepakat dengan Izagirre. Ia mengatakan seharusnya tidak ada masalah jika pengendara berlatih sendirian.

    CYCLING.TODAY | CYCLINGWEEKLY

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.