Pelatih Herry: Fisik Penyebab Hendra / Ahsan Kalah di All England

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan. badmintonindonesia.org

    Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan. badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih ganda putra timnas bulu tangkis Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai kekalahan yang dialami pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada perempat final All England 2020 akibat kondisi fisik yang kurang prima.

    "Kalau Hendra / Ahsan mungkin kasusnya agak berbeda menurut saya. Mereka dari babak pertama ketemunya Jepang terus, ketat terus dan juga rubber. Sampai pertandingan ketiganya mereka ketemu Endo/Watanabe. Memang kalau ketemu Endo/Watanabe kondisi fisik kita harus benar-benar segar," kata Herry IP dalam laman PP PBSI yang dikutip di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.

    Herry menilai setiap pasangan yang bertemu dengan Endo/Watanabe harus memiliki kesiapan fisik dan kesabaran yang prima, mengingat pertahanan yang dibangun ganda putra asal Jepang tersebut sangat sulit ditembus.

    Menurut dia, Endo/Watanabe tidak akan memberikan poin secara cuma-cuma kepada lawan hanya dengan melakukan kesalahan sendiri, namun harus direbut secara konsisten dan dengan usaha keras.

    "Kalau mau ambil poin dari mereka harus 'membunuh'. Membunuh artinya apa? Ya kita harus menyerang. Tidak bisa kita dapat poin secara gratis, menunggu kesalahan mereka. Jadi benar-benar harus 'membunuh', makanya tenaga dan fisik harus segar dan tidak boleh kendur," kata Herry.

    Kekalahan yang dialami The Daddies pun dinilai memiliki faktor yang berbeda jika dibandingkan dengan  yang dialami Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang juga dikalahkan Endo/Watanabe di babak final hari Minggu.

    Menurut Herry, Kevin / Marcus kalah karena kurang sabar dan juga kurang beruntung. Namun ia sangat mengapresiasi penampilan The Minions yang menurutnya jauh lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya dengan Endo/Watanabe.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.