Corona Meluas, Kemenpora Minta Pelatnas Paralimpik Ditunda

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, melihat atlet Bulutangkis kursi roda berlatih saat mengunjungi Pelatnas atlet Asian Para Games 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018. Kunjungan tersebut untuk mengetahui kesiapan sekaligus memberi motivasi atlet peserta Asian Paragames 2018 yang akan berlangsung di Jakarta Oktober mendatang. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, melihat atlet Bulutangkis kursi roda berlatih saat mengunjungi Pelatnas atlet Asian Para Games 2018 di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018. Kunjungan tersebut untuk mengetahui kesiapan sekaligus memberi motivasi atlet peserta Asian Paragames 2018 yang akan berlangsung di Jakarta Oktober mendatang. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta National Paralympic Comiitte Indonesia (NPC) untuk menghentikan sementara Pelatnas persiapan ASEAN Paragames di Filipina dan Paralympic Tokyo 2020 terkait meluasnya wabah corona.

    Permintaan itu disampaikan oleh Kemenpora melalui surat, yang ditandatangi Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, pada 16 Maret 2020.

    "Mencermati dengan adanya peningkatan merebaknya penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia pada beberapa hari terakhir ini dan juga terutama arahan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam rangka mencegah berkembangnya penyebaran virus corona (Covid-19), bersama ini kami sampaikan bahwa kepada saudara untuk dapat menunda sementara segala aktivitas pelatihan nasional (Pelatnas) dalam rangka persiapan ASEAN Paragames Filipina," isi surat pemberitahuan dari Kemenpora.

    Selain itu Kemenpora juga meminta NPC menyesuaikan jadwal untuk Pelatnas Paralympic 2020. "Sedangkan untuk pelaksanaan Pelatnas dalam rangka Paralympic Tokyo 2020 agar disesuaikan sesuai situasi dan kondisi, mengingat Pemerintah Indonesia menyarankan untuk dapat melakukan social distancing (jaga jarak) dan menghindari kerumunan publik." 

    Sebelumnya, Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia memprediksi kebutuhan dana pemusatan latihan nasional paralympic pada 2020 sebesar Rp 38 miliar. Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan alokasi anggaran itu untuk membiayai persiapan atlet yang diproyeksikan tampil di ASEAN Paragames 2020 Filipina dan Paralimpiade 2020 Tokyo.

    Menurut Rima, anggaran yang diajukan ke pemerintah untuk membiayai kebutuhan 16 cabang olahraga yang masih menjalani Pelatnas terpusat di Kota Solo, Jawa Tengah. Ia menyebutkan bahwa ada 300 atlet yang diproyeksi untuk mengikuti ASEAN Paragames 2020. "Untuk sementara kebutuhan anggaran masih ditalangi oleh NPC," kata dia.

    ASEAN Paragames 2020, yang semula dijadwalkan pada 21-27 Maret, diundur sampai Oktober akibat wabah corona yang melanda dunia. Filipina saat ini mengambil kebijakan lockdown.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.