Virus Corona, Eko Yuli Irawan: Pelatnas Angkat Besi Normal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan mengangkat beban dalam Angkat Besi 61Kg Putra kategori Snatch SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin 2 Desember 2019. Eko Yuli Irawan berhasil mengangkat total beban 309Kg sehingga meraih medali emas. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan mengangkat beban dalam Angkat Besi 61Kg Putra kategori Snatch SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin 2 Desember 2019. Eko Yuli Irawan berhasil mengangkat total beban 309Kg sehingga meraih medali emas. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta- Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, mengatakan tetap siap untuk mengikuti Olimpiade 2020 meski penyebaran virus corona telah mengganggu beberapa babak kualifikasi yang seharusnya diselenggarakan. Peraih medali perak Olimpiade 2016 ini mengatakan bahwa Pelatnas Angkat Besi tetap berjalan dengan berpatok pelaksanaan Olimpiade pada 24 Juli-9 Agustus 2020. "Kita juga persiapannya sesuai jadwal," ungkap dia saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 Maret 2020.

    Atlet berusia 30 tahun mengatakan secara pribadi penundaan babak kualifikasi tidak menganggu persiapannya secara pribadi. "Kalau saya tidak terpengaruh karena poin saya sudah cukup untuk lolos ke Olimpiade, memang ada beberapa teman yang masih harus mengejar poin untuk dapat tiket. Itu yang kasihan," kata dia.

    Saat ini angkat besi telah meloloskan dua atlet ke Olimpiade Tokyo 2020. Satu tiket telah dikantongi Eko Yuli dari kelas 61 kilogram putra. Sedangkan Windy Cantika Aisah dari kelas 49 kilogram putri.

    Eko Yuli menambahkan masih menjalani program latihan secara nornal yakni pagi dan sore di Wisma Kwini, Jakarta. Menurut dia, seluruh atlet pelatnas masih menunggu kepastian pelaksanaan Kejuaraan Asia yang harusnya digelar di Kazakhstan, 7-15 April 2020.

    Eko Yuli Irawan menyebutkan kejuaraan itu penting karena merupakan turnamen terakhir menjelang Olimpiade 2020. "Kasihan teman-teman yang masih berpeluang tapi kesempatan hilang karena kualifikasinya tak ada. Beberapa negara lain juga mengalami hal yang sama, kalau sampai dibatalkan pasti protes," ungkap dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.